Berita Bangkalan

Pemohon SIM Wajib Lampirkan Hasil Tes Psikologi

Tes psikologi bagi para pemohon SIM, lanjut Ardi, meliputi kemampuan konsentrasi, kecermatan, kemampuan penyesuaian diri, dan stabilitas emosi.

surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Selain dibekali edukasi di lapangan Coaching Clinic Uji Praktek SIM di Mapolres Bangkalan, para pemohon SIM juga diwajibkan melampirkan hasil uji kejiwaan 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Mulai 16 Desember 2019, para pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) baru ataupun perpanjangan tidak hanya diwajibkan melampirkan hasil tes kesehatan. Tetapi juga diwajibkan melampirkan hasil tes kejiawaan.

Kasatlantas Polres Bangkalan, AKP Moh Ardi Wibowo mengungkapkan, keterangan sehat jasmani dari tes psikologi nantinya dilampirkan ketika masyarakat mengajukan pemohonan SIM.

"Pengujinya dari para psikolog yang memang berkompetensi di bidangnya. Tempatnya di sekitar stadion," ungkap Ardi, Selasa (17/12/2019).

Ia menjelaskan, ketentuan melampirkan keterangan sehat rohani itu sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM.

Pelaksanaannya sudah ada melalui Surat Telegram Kapolri bernomor: ST1963/3 Oktober 2013 yang berbunyi, diwajibkan kepada pemohon SIM untuk melaksanakan tes kejiwaan.

"Diterapkan mulai kemarin. Sebetulnya itu aturan lama namun baru kali ini dilaksanakan," jelasnya.

Tes psikologi bagi para pemohon SIM, lanjut Ardi, meliputi kemampuan konsentrasi, kecermatan, kemampuan penyesuaian diri, dan stabilitas emosi.

"Misal, ada orang yang merasa selalu diikuti orang lain. Itu kan tidak bagus dalam berkendara. Penguji yang menentukan hasilnya," paparnya.

Ardi menambahkan, tes kejiawaan dilaksanakan dengan metode tanya jawab dan mengisi beberapa pertanyaan.

"Kami sudah mensosialisasikan," pungkasnya. 

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved