Berita Gresik
Jelang Akhir Tahun 2019, Harga BBM dan Elpiji di Pulau Bawean Gresik Tak Terkontrol
Jelang akhir tahun, harga bahan bakar minyak (BB) di Pulau Bawean Gresik mulai tidak terkontrol.
SURYA.co.id | GRESIK - Jelang akhir tahun, harga bahan bakar minyak (BB) di Pulau Bawean Gresik mulai tidak terkontrol, Selasa (17/12/2019). Harganya berbeda dengan harga resmi.
Warga Bawean mengatakan bahwa harga premium di Pulau Bawean sekitar Rp 8.500-9.000 per liter, pertalite Rp 10.000 per liter, solar bersubsidi sekitar Rp 8.000-8.500 per liter dan elpiji bersubsidi 3 kg Rp 27.000 per tabung. Untuk stok solar, di Pulau Bawean sempat tersendat, sehingga mengakibatkan beberapa nelayan tidak berangkat melaut.
Atas harga BBM di Pulau Bawean semahal itu, masyarakat hanya bisa pasrah, sebab tidak ada pilihan lain untuk bahan bakar kendaraan dan perahu nelayan. Namun, warga juga meminta persamaan harga BBM dari pemerintah.
"Kalau bisa harga BBM di Pulau Bawean disamakan dengan di Gresik kota," kata Amin, warga Bawean yang tinggal di Desa Randuagung Kecamatan Kebomas.
Sementara, masyarakat menilai, perbedaan harga BBM di Kota Gresik dengan di Pulau Bawean sedikit berbeda itu sudah wajar, sebab diperlukan transportasi dan tenaga angkut untuk sampai ke masyarakat.
Misalnya, untuk sebuah tabung elpiji bersubsidi dari agen naik ke kapal kemudian sampai ke toko.
"Untuk elpiji bersubsidi harganya mencapai Rp 27.000 per tabung. Harga ini termasuk stabil," kata Mujib, yang mengelola salah satu Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Pulau Bawean.
Sedangkan untuk harga BBM di SPBU Kota Gresik untuk Premium Rp 6.450 per liter, Pertalite Rp 7.650 per liter, Pertamax Rp 9.850 per liter, Pertamax Turbo Rp 11.200 per liter dan harga solar sekitar Rp 5.150 per liter.