Berita Kediri

Pembebasan Lahan Bandara Kediri Sudah Hampir Tuntas, Begini Kata Wagub Emil

Menjelang akhir tahun pembebasan lahan Bandara Kediri yang masih tersisa sudah mendekati hampir tuntas

Penulis: Didik Mashudi | Editor: irwan sy
Istimewa
Desain Bandara Kediri yang akan grounbreaking pada awal 2020. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Menjelang akhir tahun pembebasan lahan Bandara Kediri yang masih tersisa sudah mendekati hampir tuntas. Termasuk penyelesaian tata ruang dapat berjalan lancar.

"Beberapa waktu lalu kami hadir pada rapat di Kemenko Maritim bersama Ibu Bupati Kediri untuk mematangkan rencana pembangunan Bandara Kediri," ungkap Emil Dardak, Wakil Gubernur Jatim seusai menghadiri Seminar dan BI Kediri Award di Hotel Grand Surya, Senin (16/12/2019).

Hasil pertemuan sendiri di antaranya segera penetapan lokasi dan rekomendasi tata ruang bakal segera dipastikan.Selain itu Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR) juga telah dihubungi terkait dengan rekomendasi tata ruang. Rencananya, pembangunan bisa dimulai awal 2020.

Termasuk data yang telah diminta oleh DPRD Kabupaten Kediri terkait badan usaha yang mengelola juga telah diserahkan.

Data awal Oktober 2019, lahan Bandara Kediri yang belum dibebaskan sekitar 18 hektar. Posisi lahan ini berada di bagian tengah bandara.
Total seluruh luas lahan Bandara Kediri mencapai 450 hektar. Lahan bandara ini tersebar pada 4 desa di Kecamatan Banyakan, Grogol dan Tarokan.

Sementara pembangunan jalan tol Kediri - Kertosono yang tembus hingga Tulungagung bakal ditindaklanjuti dengan penetapan lokasinya.

Jalan tol ini juga termasuk proyek strategis nasional. Sehingga dalam pengadaan tanahnya dapat dibantu oleh Lembaga Manajemen Aset Negara.

Emil Dardak juga menyampaikan Presiden telah menetapkan pembangunan Kawasan Selingkar Wilis dan Jalur Lintas Selatan (JLS) salah satu dari tiga yang disertakan dalam Perpres 80/2019.

Sehingga dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kawasan Selingkar Wilis juga ditetapkan sebagai kawasan strategis yang mendapatkan akselerasi pembangunan.

"Ada 13 kabupaten dan kota dengan jumlah penduduk hampir 10 juta. Sehingga butuh strategi yang holistik," jelasnya.

Tindaklanjutnya bakal dilakukan pembenahan jalan yang ada di Selingkar Wilis yang panjangnya mencapai 235 KM.

Sedangkan penuntasan JLS jika tahun depan sudah dapat diselesaikan, sehingga jalan dari Tulungagung sampai Pelabuhan Prigi, Pacitan hingga Jogjakarta sudah dapat dilalui dari selatan.

"Jalan dari Kabupaten Trenggalek dari Panggul sampai Prigi tahun ini sudah tuntas. Sedangkan dari Prigi ke Pantai Popoh tahun depan tuntas menggunakan dana dari Islamic Development Bank," jelasnya.

Sehingga Lingkar Wilis diapit oleh jalan tol dan JLS. Diharapkan dengan adanya pembangunan bandara, jalan tol dan pelabuhan, pembangun kawasan juga dapat berjalan.

Termasuk menghidupkan ekonomi, patiwisata, agrowisata dan agroforestry butuh pembanguan yang holistik.

Sementara kegiatan pertanian diharapkan ada pemodal yang masuk sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari komoditas pertanian yang membutuhkan teknologi.

Pembicara lain pada seminar Prof Candra Fajri Ananda akademisi dengan moderator Tina Talisa praktisi komunikasi.

Pada acara itu juga diserahkan BI Kediri Award 2019 dengan kategori, Mitra survei kegiatan dunia usaha (SKDU) terbaik.

Mitra liaison terbaik, Mitra pantauan harga terbaik, Mitra survei pedagang eceran (SPE) terbaik, penyuplai data terbaik, penyelenggara kegiatan usaha penukaran valuta asing terbaik, penyelenggara elektronifikasi transaksi terbaik, mitra pengelola uang rupiah terbaik dan rekanan terbaik.(

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved