Breaking News:

Berita Nganjuk

Kades Gondang Diciduk OTT Polres Nganjuk, Diduga Peras Pengusaha Tambang Galian Tanah Rp 100 Juta

Kades Desa Gondang, Pace, Nganjuk, Wahyu Nurhadi diduga lakukan pemerasan terhadap pengusaha tambang galian tanah.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: irwan sy
ahmad amru muiz/surya
Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto, tanyai oknum Kades tersangka pemeras pengusaha tambang galian tanah di Nganjuk. 

SURYA.co.id | NGANJUK - Kades Desa Gondang, Pace, Nganjuk, Wahyu Nurhadi, ditangkap Satuan Tindak Pidana Korupsi (Sattipikor) Polres Nganjuk. Wahyu diduga lakukan pemerasan terhadap pengusaha tambang galian tanah.

Dari tangan tersangka, Sattipikor mengamankan uang senilai Rp 19,7 juta dalam amplop warna coklat dan surat permohonan sosialosasi tambang. Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto, menjelaskan kasus dugaan pemerasan tersebut diawali dari salah satu pengusaha tambang di wilayah Loceret yang meminta izin angkutan tambang melewati jalan Desa Gondang. Untuk itu, pengusaha tambang mengajukan permohonan sosialisasi kepada warga yang terdampak kegiatan angkutan tambang melalui Kades Gondang.

"Rupanya tersangka sebagai Kades tidak memberikam izin sosialisasi apabila tidak diberi kompensasi sebesar Rp 100 juta," kata Handono Subiakto, Senin (16/12/2019).

Selanjutnya, jelas Handono, pengusaha tambang sepakat atas kompensasi yang diminta tersangka, namun pembayaran dilakukan dua kali masing-masing sebesar Rp 50 juta.

Dari kesepakatan tersebut akhirnya dibuat perjanjian dalam pertemuan hari Jumat (13/12/2019) di salah satu rumah makan di Kota Nganjuk.

Hingga akhirnya, menurut Handono, utusan pengusaha tambang tersebut bertemu dengan tersangka di salah satu rumah makan dan menyerahkan uang kompensasi.

Akan tetapi, uang kompensasi yang diserahkan ke tersangka senilai Rp 19,7 juta dan sisa kekurangan akan dibayar sepekan ke depan.

"Saat uang diterima tersangka itulah tim Sattipikor datang dan langsung mengamankan tersangka beserta barant\g bukti. Dimana pejabat Pemerintahan dengan memanfaatkan jabatanya untuk mendapatkan keuntungan jelas melanggar Undan-undang pidana korupsi," ucap Handono Subiakto.

Sattipikor atas kasus tersebut, tambah Handono, setidaknya telah memeriksa 9 orang saksi, termasuk pengusaha tambang galian tanah. Dan tersangka dijerat Pasal 12 huruf e dan atau pasal 11 UURI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UURI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Setidaknya tersangka terancam hukuman hingga 5 tahun penjara," imbuh Handono Subiakto

Sementara tersangka, Wahyu Nurhadi mengatakan, dirinya tidak sendirian dalam meminta kompensasi tersebut.

Melainkan bersama tim perangkat Desa Gondang.

Nantinya, uang kompensasi tersebut rencananya untuk pengadaan tiga motor trail KLX sebagai penunjang operasional kerja.

"Jadi kami tidak sendirian dalam meminta kompensasi. Dan ada tim dari perangkat desa," tutur Wahyu Nurhadi di Mapolres Nganjuk.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved