Berita Lamongan

Ide Mulia Para Pemuda di Lamongan, Galang Sedekah Sampah untuk Bantu Kaum Duafa

Muvid bersama 50 orang temannya mengumpulkan sampah dari warga untuk dijual, hasil dari penjualan sampah ini disedekahkan untuk kaum duafa

SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Para mulia yang sedang menyortir sampah di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Senin (16/12/2019). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Sampah, biasanya dibuang begitu saja. Namun bagi pemuda di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Lamongan, ini beda, sampah bisa jadi sarana untuk bersedekah.

Ide mulia ini dilakukan oleh Muvid (27), warga Dusun Cumpleng, Desa Brengkok, Kecamatan Paciran.

Apa yang dilakukan oleh Muvid patut dicontoh para pemuda lainnya. Mereka menunjukkan bahwa kalangan pemuda juga bisa bermanfaat buat warga dan lingkungannya.

Muvid bersama 50 orang temannya mengumpulkan sampah dari warga untuk dijual, hasil dari penjualan sampah ini disedekahkan untuk warga yang kurang beruntung.

"Kadang kita terbelenggu kalau membantu, menyumbang dan mungkin bersedekah harus dengan uang atau harta saat kita dalam kondisi lebih. Dari sini kami berpendapat bahwa bersedekah itu bebas, apapun yang bisa diberikan kepada orang lain yang penting ikhlas dan memiliki manfaat," kata Muvid dalam perbincangannya dengan Surya.co.id, Senin (16/12/2019).

Muvid bersama rekan-rekannya kemudian menggalang sedekah sampah 3 kali dalam seminggu, yaitu pada hari Minggu, Selasa dan Rabu

Mereka mendatangi rumah-rumah warga di Kematan Paciran untuk mengambil sampah. Bahkan juga ada penggalangan sedekah rosokan dari media sosial.

"Kalau ada warga yang tertarik kita akan mengambil ke rumah warga," ungkapnya.

Dalam sekali ambil, mereka bisa memperoleh 3 gerobak sampah, di mana kebanyakan sampah yang mereka kumpulkan adalah plastik dan kardus bekas.

Sampah-sampah yang berasal dari warga ini kemudian dikumpulkan dan dipilih kemudian dijual pada pengepul barang bekas.

"Dalam sekali ambil ini kami biasanya menjualnya kembali dan memperoleh uang antara Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu , tergantung jenis rosokannya, soalnya harganya berbeda-beda," ungkap Muvid.

Semua hasil dari penjualan sampah ini mereka serahkan ke anak yatim piatu dan kaum duafa.

Seluruh hasil penjualan sampah ini, menurut pengakuan Muvid, dikembalikan berupa pembagian sembako, amplop senyum dan berbentuk lainnya untuk warga yang kurang mampu.

"Dibagikan setiap hari Senin, terkadang berupa amplop senyum 50.000 dan beras 5 kg, pak," ungkapnya. 

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved