Breaking News:

BERITA SURABAYA POPULER 2019, Siswa SMKN 5 Surabaya Tewas di Gunung Arjuno & Tersisa Tulang Belulang

BERITA SURABAYA POPULER 2019, Siswa SMKN 5 Surabaya Tewas di Gunung Arjuno & Tersisa Tulang Belulang

Kolase Tribun Jatim/Nur Ika Annisa
BERITA SURABAYA POPULER 2019, Siswa SMKN 5 Surabaya Tewas di Gunung Arjuno & Tersisa Tulang Belulang 

Rumah duka di Jalan Kendangsari XV Surabaya dipenuhi ratusan pelayat, Sabtu (6/4/2019).

Kerabat, guru-guru sekolah hingga rekan-rekan korban datang berziarah ke rumah duka.

Keluarga korban Nanang mengatakan, keluarga mendapatkan kabar ditemukannya korban untuk kemudian berangkat ke pos perizinan Gunung Arjuno, Kamis (4/4/2019) sore.

Setelah melengkapi proses identifikasi jenazah keponakannya dibawa ke RS Bhayangkara Porong.

"Dimakamkan tadi malam sekitar pukul 01.30 WIB, di pemakaman Kendangsari dekat sini" kata Nanang di rumah duka, Sabtu (6/4/2019).

Selama 108 hari, keluarga korban mengaku masih mencari dan berharap putra bungsunya ditemukan.

"Sebelum ditemukan kami usaha, inisiatif mencari dari relawan sampai menanyakan segala cara ingin tahu keadaannya," kata Nanang.

Kesedihan ayah korban Mohammad Najib dan Dumi Supartiwi tak tertahan saat kabar putranya ditemukan, namun Faiqus Syamsi hanya tulang belulang.

Keluarga mengatakan hanya tulang kaki betis dan tangan korban ditemukan dengan beberapa kain yang identik pakaian korban.

"Mohon maaf, ayah dan ibunya masih syok. Anaknya ditemukan tulang ada yang masih melekat kain tapi terkoyak ga karuan," kpungkas Nanang.

4. Pesan terakhir

Sebuah pesan terakhir siswa SMKN 5 Surabaya, Faiqus Syamsi (17) kepada ibunya sebelum hilang ditemukan tulang belulangnya di Gunung Arjuno, Jawa Timur.

Kepada sang ibunda sewaktu minta izin berangkat mendaki Gunung Arjuno, Faiqus Syamsi menyampaikan akan membikin heboh.

Namun, Faiqus Syamsi tidak menjelaskan kata heboh yang dimaksudkan kepada ibunya. Kini, Faiqus Syamsi ditemukan tinggal tulang belulang di Gunung Arjuno.

Keluarga mengaku Faiqus Syamsi yang juga anak bungsu dari dua bersaudara itu pamit akan berlibur bersama enam teman sekolahnya.

"Kalau pamit, iya pamit liburan, mendaki juga sesuai perizinan. Hanya sebelum pergi, dia bilang ke ibunya mau membuat heboh," kata paman korban Nanang di rumah duka Jalan Kendangsari XV Surabaya, Sabtu (6/4/2019).

"Nanti saya mau bikin heboh, bu. Tidak ada permintaan, hanya bilang begitu," kata Nanang menirukan ucapan keponakannya.

Penulis: Arum Puspita
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved