Selain Mengandung Anti Diabetis dan Anti Kanker, Berikut Khasiat Buah Okra yang Perlu Diketahui

Buah Okra memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Masalah yang dihadapi saat ini upaya untuk mendapatkan ekstrak dari Okra

Selain Mengandung Anti Diabetis dan Anti Kanker, Berikut Khasiat Buah Okra yang Perlu Diketahui
SURYA.co.id/Didik Mashudi
Prof Win Darmanto menyampaikan hasil penelitian dalam penanganan penyakit degeneratif dengan bahan alam hayati di Kampus IIK Bhakti Wiyata, Kota Kediri, Sabtu (14/12/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Buah Okra memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Pada buah Okra memiliki kandungan anti diabetis, anti kanker, anti oksidan serta sumber vitamin dan mineral.

"Okra ternyata dapat digunakan untuk menghambat munculnya diabet," ungkap Prof Win Darmanto,MSi, Med, Sci, PhD, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) saat menjadi pembicara seminar di Kampus IIK Bhakti Wiyata Kota Kediri, Sabtu (14/12/2019).

Dijelaskan Prof Win Darmanto, penelitian khasiat Okra telah dilakukan pada hewan percobaan yang dibuat diabet dengan pemberian streptosotosin sehingga sel beta pankreasnya rusak.

"Khasiat Okra ini di antaranya mengembalikan kerusakan dan memulihkan pankreas. Kemudian juga membantu memperbaiki membran sel," jelasnya.

Ditambahkan, masalah yang dihadapi saat ini upaya untuk mendapatkan ekstrak dari Okra.

Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui seperti menggunakan alat centrifuse untuk dimurnikan.

"Masalahnya centrifuse yang bisa untuk membuat vakum juga tidak banyak yang memiliki," ujarnya.

Selain buah Okra, kandungan buah dan daun Tin juga memiliki khasiat menyembuhkan kanker.

Tanaman yang kami buat penelitian dari perkebunan buah Tin yang ada di Kabupaten Gresik.

Prof Win Darmanto juga mengungkapkan, dari hasil penelitian kandungan vitamin A yang terbanyak ternyata ada di daun bukan di buah pepaya.

"Kalau ada yang kekurangan vitamin A bisa mengonsumsi daun pepaya," jelasnya.

Prof Win Darmanto juga mengingatkan, beberapa jamu masih mengandung bahan aktif yang memiliki efek sinergitiknya yang muncul.

Salah satunya cucurmin atau kunyit serta temulawak yang murni justru akan merusak ginjal.

"Sehingga harus hati-hati mengonsumsinya. Lebih baik mengonsumsi kunyit atau temulawak yang masih segar dengan diperas atau diparut jauh lebih baik," jelasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved