Breaking News:

Mengurangi Lumpur Lapindo, Alumnus ITS Membuat Beragam Produk Kreatif

Beberapa alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginisiasi ide kreatif membuat beragam produk berbahan lumpur lapindo

SURYA.co.id/Habibur Rohman
KREASI DARI LUMPUR SIDOARJO - Pengunjung mencoba aneka aksesoris Luido berbahan dasar lumpur Lapindo Sidoarjo pada pameran di Grand City Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tiga belas tahun berlalu, semburan lumpur panas di Sidoarjo masih menyisakan luka, utamanya bagi warga terkena dampak.

Melihat solusi yang tak kunjung jelas, beberapa alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginisiasi ide kreatif membuat beragam produk berbahan lumpur lapindo.

Mereka yakni Fany Basa, Dzai Dzul dan kawan-kawan, para pemuda inspratif yang menginisiasi Luido. Ada banyak produk yang dihadirkan, mulai dari aksesori, jam tangan, pen holder, dan sebagainya.

"Mulanya, produk ini merupakan tugas akhir jurusan Desain Produk Industri ITS. Kami diharuskan melihat permasalahan dan memberikan opsi dalam menguranginya melalui produk kreatif," ungkap Fany Basa, co-founder Luido.

Melihat lumpur lapindo, yang ia ketahui sudah sejak 2006 dan belum ada solusi yang gamblang. Maka, ia dan rekan-rekannya pun berpikir untuk membuat produk berbahan lumpur lapindo.

"Sekarang bisnis ini dijalankan berdua, yaitu saya dan Dzai Dzul. Kami memilih aksesoris dan home decor karena pasarnya lebih luas. Produk home decor bisa dipasarkan kepada desainer interior juga.

Saat ini juga sedang tren jam tangan berbahan kayu, kami hadirkan yang berbeda," Fany memaparkan.

Bahan baku lumpur lapindo, ungkapnya, langsung diambil dari lokasinya di Sidoarjo. Sekitar 500 meter jauhnya dari pusat semburan.

"Kami memilih lumpur yang kering. Kemudian kami angkut menggunakan karung plastik (sack). Biasanya untuk dua sack, bisa digunakan sampai satu tahun," katanya.

Sebelum diolah, lumpur tersebut dibakar terlebih dahulu selama delapan jam untuk mengurangi kadar air dan kandungan racun di dalamnya.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved