Berita Kediri

Polres Kediri Kota Buru Aktor Pelaku Pembuang Limbah B3, Menghilang Sejak Kasusnya Mencuat

Aparat kepolisian di Kediri masih memburu aktor pelaku pembuang limbah B3 yang diduga slag aluminium.

Polres Kediri Kota Buru Aktor Pelaku Pembuang Limbah B3, Menghilang Sejak Kasusnya Mencuat
surya/didik mashudi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana sidak ke lokasi pembuangan limbah B3 di Kelurahan Blabak, Kota Kediri, Rabu (11/12/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Aparat kepolisian di Kediri masih memburu aktor pelaku pembuang limbah B3 yang diduga slag aluminium. Pelaku berinisial H warga Kediri ini diketahui menghilang semenjak kasus limbah mulai dikeluhkan masyarakat.

Dari penjelasan warga yang mengorder limbah yang diduga masuk kategori B3 dilakukan melalui sejumlah perantara yang mengakui barangnya masuk katagori limbah yang juga berfungsi sebagai pupuk. Perantara ini mengambil barang yang didatangkan oleh H dari kawasan industri yang ada di Mojokerto dan Sidoarjo. Rata-rata droping barang dilakukan malam hari.

"Warga tertarik karena limbahnya katanya bisa jadi pupuk. Apalagi harganya juga murah Rp 50.000 per rit," ungkap Siswanto kepada Surya, Jumat (13/12/2019).

Karena iming-iming itu sejumlah warga menjadi tertarik membelinya. Apalagi harganya juga relatif murah hanya Rp 50.000 per rit mobil pikap.

Warga di Kelurahan Blabak kemudian banyak yang mengorder dengan membeli mulai 2 rit sampai 10 rit. Kedatangan limbah B3 ini telah dimulai sejak bulan Juli sampai awal November lalu.

Selain di Kelurahan Blabak, Kota Kediri limbah yang diduga slag aliminium itu juga tersebar di Kecamatan Mojo dan Kandat, Kabupaten Kediri.

Warga yang mendatangkan juga dijanjikan kalau limbah dapat menyuburkan tanah.

Limbah ini mulai mendapat reaksi masyarakat setelah terkena air hujan karena mengakibatkan bau busuk yang sangat menyengat dan jika mendekat mata menjadi perih.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Hanif Wicaksono, saat dikonfirmasi menjelaskan hasil koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup Perwakilan Surabaya, peredaran limbah sudah terjadi sejak Juli sampai September 2019.

"Kami sudah melakukan penyelidikan limbah yang ada di wilayah Kecamatan Mojo dan Pesantren. Jenis limbahnya secara kasat mata adalah slag aluminium, saat ini masih dilakukan uji lab untuk memastikan kandungan yang ada di dalam limbah," ungkap Hanif.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved