Temuan Pil Koplo di Surabaya

Pesan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho Usai Temukan 3,4 Juta Pil Koplo

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho secara khusus mengimbau masyarajat agar waspada dan lebih memperhatikan polah laku anak-anak disekita

Pesan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho Usai Temukan 3,4 Juta Pil Koplo
foto: istimewa
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho memimpin apel kenaikan pangkat di Mapolsek Wonokromo, Selasa (20/8/2019).  

SURYA.co.id | SURABAYA - Upaya kepolisian dalam memerangi peredaran narkotika di Surabaya khususnya terus dilakukan.

Tak hanya itu, polisi juga mengincar peredaean obat keras di pasar gelap yang kerap dikonsumsi anak-anak usia sekolah.

Seperti temuan 3,4 Juta butir pil koplo jenis doble L dan Dextro yang diungkap Satresnakroba Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho secara khusus mengimbau masyarajat agar waspada dan lebih memperhatikan polah laku anak-anak disekitarnya.

"Kita harus lebih peduli dan mengenali tingkah anak-anak yang ada disekitar kita.

Bisa dibayangkan, berapa ribu anak yang menjadi korban peredaran obat keras di pasaran bebas ini.

Efek dan daya rusaknya tidak jauh dari narkoba. Maka dari itu kita harus lebih waspada.

Harga dari pil ini kan sangat murah. Efeknya juga ngefly begitu. Sasaran di masyarajat ya anak usia sekolah," kata Sandi, Jumat (13/12/2019).

Mobilitas peredaran obat keras yang dibongkar polisi ini cukup tinggi.

Menurut Sandi keterangan dari pemilik 3,4 juta butir pil itu menyebut jika menerima kiriman dan permintaan setiap dua minggu sekali dalam jumlah besar.

Disinggung apakah ada keterkaitnnya jaringan ini dengan apotek-apotek, polisi masih mendalaminya.

"Tentu kami dalami. Informasi tersangka, pil koplo ini dipesan oleh distributor. Lalu nantinya disebar ke apotek.

Nah penjualannya apakah apotek melayani tanpa resep dokter. Itu nanti yang akan kami dalami mana saja," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved