Citizen Reporter

Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL) dan Peresmian Pojok Literasi Kanwil Kemenag Sumatra Barat

Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL) dan Peresmian Pojok Literasi Kanwil Kemenag Sumatra Barat

Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL) dan Peresmian Pojok Literasi Kanwil Kemenag Sumatra Barat
Citizen Reporter/Meilia Utami
Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL) dan Peresmian Pojok Literasi Kanwil Kemenag Sumatra Barat 

SURYA.co.id - Bangsa yang maju itu karena peradaban.

Bangsa yang maju peradabannya itu karena banyak membaca, menulis, mengamati, dan melakukan apa yang ia tulis.

Kalau ingin maju, tidak lain caranya adalah dengan menggerakkan literasi.

Itu disampaikan Hendri, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat (Sumbar) saat membuka acara peluncuran buku, pengukuhan Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL), dan peresmian Pojok Literasi Kanwil Kemenag Sumbar, Selasa (10/12/2019).

“Dengan gerakan literasi kita bisa menjadi bangsa yang beradab dan bangsa yang maju. Penyebab negara dunia yang menepati posisi atas dalam sektor pendidikan, seperti Firlandia, Singapura, Jepang, Rusia, dan Swedia adalah karena mereka gila buku,” kata Hendri.

Seperti beberapa hari sebelum ini, Hendri sempat melihat sebuah postingan di media sosial yang memperlihatkan aktivitas mahasiswa Jepang saat menunggu datangnya kereta api cepat yaitu dengan membaca buku.

Mereka tidak bermain ponsel dan melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat.

Hendri juga menyampaikan keprihatinannya saat mengetahui hasil survei dari Program Penilaian Siswa Internasional (PISA).

Dilihat dari nilai indikator kemampuan membaca, matematika, dan sains pengetahuan.

Indonesia berada di urutan ke-72 di antara 77 negara.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved