Berita Malang

KAMMI Jatim Dukung Bayu Anggara Jadi Ketum PP KAMMI 2019-2021

Muktamar XI Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) digelar di Kota Malang pada 11-15 Desember 2019.

KAMMI Jatim Dukung Bayu Anggara Jadi Ketum PP KAMMI 2019-2021
SURYA.co.id/Sofyan Candra
Suasana Muktamar XI Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Kota Malang yang digelar pada 11-15 Desember 2019 

SURYA.co.id, SURABAYA - Muktamar XI Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) digelar di Kota Malang pada 11-15 Desember 2019.

Mengambil tema "Cipta Karya dan Kolaborasi Sambut Kejayaan Negeri", salah satu agenda dalam Muktamar ini adalah pemilihan ketua umum pengurus pusat KAMMI beserta jajarannya untuk periode 2019-2021.

Dukungan dari wilayah dan daerah pun mulai disuarakan, salah satunya dari KAMMI Jatim yang mendukung Bayu Anggara sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (Ketum PP) KAMMI periode 2019-2021.

Salah pertimbangannya, dijelaskan Ketua Umum wilayah KAMMI Jatim Rijal Faizin Rahman adalah narasi penyegaran pikiran yang dibawa Bayu sebagai calon ketum.

"Memang sudah saatnya kita menyegarkan kembali pikiran kita untuk membangun Indonesia.

Kita sudah banyak berwacana, terkadang itu bisa membuat kita melupakan tujuan kita yang sebenarnya.

Untuk itu, perlu penyegaran kembali agar kita tidak kehilangan arah," ucap Rijal, Jumat (13/12/2019).

Rijal menyebutkan narasi penyegaran pikiran yang digaungkan Bayu relevan dengan kondisi saat ini, salah satunya adalah menjadikan falsafah Pancasila sebagai ideologi gerakan.

"KAMMI harus kembali mengokohkan nilai-nilai ini dan mampu menyampaikan pesan-pesan yang terkandung dalam Pancasila sesuai dengan perkembangan zaman," lanjutnya.

Beberapa poin lain yang disebutkan dalam narasi penyegaran tersebut adalah naluri keberagaman; figur kaum muda yang harus memiliki peran sebagai perekat komponen bangsa;

forum epistemik dari kaum muda yang diharapkan menjadi problem solver di masyarakat; dan menyegarkan narasi finansial dengan mengembalikan setiap elemen berfungsi sebagaimana mestinya.

Rakyat sebagai penggerak ekonomi, kaum muda sebagai inovator, dan negara (pemerintah) sebagai penjamin.

"Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan bangunan kemandirian ekonomi bangsa," ucap Rijal.

"Narasi tersebut, jika kita mampu mewujudkannya, insya Allah dengan itu kita bisa berkonttibusi nyata untuk bangsa," lanjutnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved