Berita Tulungagung

Dugaan Korupsi Dana Hibah APBN ke PDAM Tulungagung Naik dari Penyelidikan ke Penyidikan

Dugaan kerugian keuangan negara di perkara ini diduga lebih besar dari dana operasional.

Dugaan Korupsi Dana Hibah APBN ke PDAM Tulungagung Naik dari Penyelidikan ke Penyidikan
surya.co.id/david yohannes
Kepala Seksi Intelijen Kejari Tulungagung, Rahmat Hidayat. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung tengah menyidik dugaan korupsi dana operasional di PDAM Tulungagung, tahun 2013-2019.

Namun kasus itu bukan satu-satunya dugaan korupsi di PDAM yang tengah dibidik Kejari Tulungagung.

Penyidik Kejari Tulungagung juga telah menaikkan status penyelidikan ke penyidikan, dugaan korupsi dana hibah dari APBN ke PDAM Tulungagung, di rentang waktu yang sama.

“Jadi estimasi kami antara 2016 hingga 2019 ada penyelewengan dana hibah itu. Tapi kalau nanti terungkap tahun sebelumya, akan kami dalami lagi,” terang Kepala Seksi Intelejen Kejari Tulungagung, Rahmat Hidayat, Jumat (13/12/2019).

Menurut Rahmat, pihaknya sudah menemukan dua alat bukti sehingga menaikkan status perkara ini ke penyidikan.

Dugaan kerugian keuangan negara di perkara ini diduga lebih besar dari dana operasional.

“Kami masih menunggu audit BPKP. Sekarang BPKP masih fokus untuk menghitung kerugian yang dana operasional,” sambung Rahmat.

Disinggung terduga pelaku yang terlibat dalam dugaan korupsi ini, Rahmat mengatakan, belum bisa mengungkap.

Namun menurutnya, dua kasus yang ditangani ini berbeda dan melibatkan orang yang berbeda pula.

“Ada banyak modus untuk menggelapkan dana hibah ini. Saya tidak bisa ungkapkan, karena ini menyangkut penyidikan,” tegas Rahmat.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved