Berita Bisnis

Akibat Perang Dagang, Jatim Pasok Kebutuhan 10 Komoditas Amerika yang Selama Ini Diisi China

Pemprov Jatim berusaha memaksimalkan potensi ekspor ke Amerika yang belum terisi akibat perang dagang dengan China.

Akibat Perang Dagang, Jatim Pasok Kebutuhan 10 Komoditas Amerika yang Selama Ini Diisi China
SURYA.co.id/Sofyan Arif Candra Sakti
Kadisperindag Jatim, Drajat Irawan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berusaha memaksimalkan potensi ekspor  ke Amerika yang belum terisi akibat perang dagang dengan China.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim (Disperindag Jatim) mencatat, setidaknya Jawa Timur bisa mengisi kebutuhan 10 komoditas Amerika yang selama ini diisi oleh China.

Mulai dari pakaian jadi, alas kaki, perhiasan, karet, furniture, tas, kayu, elektronik, mainan anak-anak dan kertas.

Dari celah tersebut, Kadisperindag Jatim, Drajat Irawan melihat Jawa Timur bisa memaksimalkannya terutama untuk memasok kebutuhan pakaian jadi dan alas kaki.

"Nilai impor AS untuk pakaian jadi itu USD 27,7 miliar. Vietnam mulai menggantikan China. Ekspor Indonesia yang sudah masuk ke AS baru USD 4,5 miliar," kata Drajat di Surabaya, Kamis (12/12/2019) kemarin.

Sedangkan untuk alas kaki, nilai ekspor Indonesia ke AS mencapai USD 1,5 miliar. Angka tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan Italia yang nilainya mencapai USD 14 miliar.

"Nah, Jawa Timur ini sangat berpotensi mengisi lebih besar ekspor dua komoditas itu," ujarnya.

Selain ke Amerika, akibat perang dagang tersebut, Indonesia juga mempunyai potensi untuk ekspor ke China.

Drajat mengatakan, Jawa Timur bisa meningkatkan ekspor produk hasil olahan ikan, produk kimia, besi-baja, tembaga, batu bara, bubur kayu, plastik, bahan kimia organik dan mesin-mesin ke China.

"Upayanya, kami perhatikan betul sentra-sentra industri di Jawa Timur. Terutama ikan, pakaian jadi. Sekarang sudah mulai. Kami akan terus mendorong dan memfasilitasi," ujarnya.

Selain ke Amerika dan China, Drajat mengungkapkan, Jatim juga akan meningkatkan ekspor ke sejumlah negara langganan lainnya.

Mulai dari Jepang, Singapura, Korea, India, Swiss, Vietnam, dan Belanda.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved