Berita Tulungagung

Selidiki Kasus Kucing Dicekoki Ciu, Polisi Tulungagung Butuh Ahli Filsafat dan Pidana

“Setidaknya masih butuh dua saksi ahli lagi. Satu di bidang filsafat dan satu bidang pidana,” terang Hendi.

Selidiki Kasus Kucing Dicekoki Ciu, Polisi Tulungagung Butuh Ahli Filsafat dan Pidana
SURYA.co.id/David Yohanes
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi menunjukkan barang bukti kasus dugaan kucing yang dicekoki ciu. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Penyidik Satreskrim Polres Tulungagung telah selesai melakukan gelar perkara dengan jaksa dari Kejaksaan Negeri Tulungagung, terkait kasus kucing yang diduga dicekoki ciu.

Namun hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi, masih butuh penambahan saksi ahli untuk melengkapi pemberkasan.

“Setidaknya masih butuh dua saksi ahli lagi. Satu di bidang filsafat dan satu bidang pidana,” terang Hendi.

Ahli filsafat dibutuhkan untuk menganalisa masalah bahasa.

Sedangkan ahli pidana untuk menyandingkan antara aturan yang ada, dengan perbuatan yang dilakukan terlapor.

Dua ahli itu diambil dari kalangan akademisi asal Yogyakarta dan Malang.

“Tinggal dua itu yang akan kami pastikan lebih dulu,” ujar Hendi.

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Tulungagung, Rahmat Hidayat mengakui telah melakukan ekspose perkara dengan kepolisian.

Menurutnya, kegiatan ini lebih pada diskusi untuk mengkaji apa saja yang perlu dilengkapi.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved