Berita Tulungagung

Selama 2019, ULT PSAI Mendampingi 64 Anak Berhadapan Dengan Hukum

“Kami juga melakukan assesment kepada keluarganya. Karena sering kali munculnya ABH karena pola asuh orang tua yang salah,”

Selama 2019, ULT PSAI Mendampingi 64 Anak Berhadapan Dengan Hukum
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Delegasi dari Tingkok mengunjungi kantor ULT PSAI Tulungagung. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Unit Layanan Tepadu Perlindungan Sosial Anak Intergratif (ULT PSAI) Tulungagung mendampingi 64 anak berhadapan dengan hukum (ABH), sejak Januari 2019 hingga pertengahan Desember 2019.

Mereka terdiri dari korban kejahatan terhadap anak, tersangka dan saksi kunci.

Kejahatan yang melibatkan anak-anak ini antara lain pencurian, penipuan dan pelecehan seksual.

“Dalam penanganan masalah hukum, kami fokus pada keselamatan anak,” terang Koordinator ULT PSAI Tulungagung, Sunarto.

Biasanya pekerja sosial dari ULT PSAI akan melakukan assesmen kepada setiap ABH.

Jika mereka dalam kondisi tertekan, maka fokus utama adalah memulihkan psikologinya.

Setelah psikologi bisa dipulihkan, langkah selanjutnya adalah mencari solusi masalah anak tersebut.

“Kami juga melakukan assesment kepada keluarganya. Karena sering kali munculnya ABH karena pola asuh orang tua yang salah,” sambung Sunarto.

Dari kasus pengasuhan, kebanyakan karena tidak adanya komunikasi dengan anak.

Orang tua terlalu sibuk bekerja, sehingga tidak punya waktu untuk anak-anaknya.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved