Berita Surabaya

Harga Sembako di Jatim Jelang Nataru Dijamin Stabil, Berikut Penjelasan dari Disperindag

Gubernur Khofifah sudah mengeluarkan surat edaran ke semua bupati dan wali kota se-Jatim ikut menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok

Harga Sembako di Jatim Jelang Nataru Dijamin Stabil, Berikut Penjelasan dari Disperindag
SURYA.co.id/Sofyan Arif Candra Sakti
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur (Kadisperindag Jatim), Drajat Irawan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur menjamin harga sembako saat hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) tetap stabil.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur (Kadisperindag Jatim), Drajat Irawan mengungkapkan, dari pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya, harga sembako yang naik menjelang Nataru adalah telur dan tepung.

Hal ini dikarenakan banyaknya permintaan pembuatan kue dan roti saat Nataru.

"Tapi sudah kita cek, beras, gula, minyak goreng, tepung, telur, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang merah, semua stabil. Ini data existing yang kita terus pantau pergerakannya ya," ucap Drajat Irawan, Rabu (11/12/2019) kemarin malam.

Drajat juga mengungkapkan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah mengeluarkan surat edaran gubernur agar semua bupati dan wali kota se-Jawa Timur ikut menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Selain itu, Disperindag Jatim juga mulai melakukan pemantauan stok sembako secara detail dengan datang dan melihat langsung ke gudang-gudang.

"Kemarin ada Dirjen Perdagangan dalam negeri dan Dirjen perlindungan konsumen mengecek langsung ke gudang dan alhamdulillah kondisi aman," lanjutnya.

Untuk lebih memastikan tidak ada gejolak harga, pada tanggal 18 Desember 2019 nanti Disperindag Jatim akan melakukan pemantauan ke sejumlah pasar untuk yang kesekian kalinya.

"Kalau ada pergerakan dan kenaikan harga di atas lima persen kita akan melakukan operasi pasar. Biasanya dari Polda, dan Polres juga ikut memantau harga," lanjut Drajat.

Selain dari Disperindag, Drajat mengatakan saat ini sejumlah BUMN juga mulai melakukan operasi pasar secara mandiri jika melihat Sembako mulai merangkak naik.

"Ada yang melakukan operasi pasar mandiri, mulai dari Bulog, PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) dan banyak perusahaan-perusahaan lain yang menjadi Garda Indag," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved