Detik-detik Bocah Tak Terima Ibunya Kena Tabrak, Tendang Mobil Pelaku & Marah-marah Sambil Nangis

Viral Detik-detik Bocah Tak Terima Ibunya Kena Tabrak, Tendang Mobil Pelaku & Marah-marah Sambil Nangis

Facebook South China Morning Post
Detik-detik Bocah Tak Terima Ibunya Kena Tabrak, Tendang Mobil Pelaku & Marah-marah Sambil Nangis 

Menurut Rayyan, ibunya memang sudah lama menderita sakit.

Dia sendiri tidak tahu penyakit yang diderita

Dokter hanya pernah memberi tahu kalau ibu kandungnya mengalami gagal ginjal sehingga harus menjalani pengobatan rutin.

Terakhir, ibunya dibawa ke rumah sakit oleh para tetangganya.

"Ibu sudah empat kali masuk rumah sakit. Kata dokter, ibu sakit gagal ginjal dan jantungnya bengkak," ucap Rayyan yang masih duduk di kelas III SD Negeri Mertoyudan 3 Kabupaten Magelang itu.

Rayyan nyaris tidak pernah mengeluh dengan keadaannya. Rayyan mengaku ikhlas meski harus merawat ibunya sepanjang hari tanpa bantuan sanak keluarganya.

"Semuanya (keluarga) sibuk, jadi memang saya, anaknya ibu satu-satunya yang harus menjaga ibu," tuturnya.

Beruntung, pihak sekolah Rayyan sudah memahami kondisi Rayyan dan ibunya.

Sehingga Rayyan diperbolehkan tidak masuk sekolah ketika harus menjaga sang ibu di rumah sakit.

"Pak guru dan bu guru enggak pernah marah. Mereka tahu saya harus merawat ibu," ucapnya.

Ketika ditanya mengenai sang Ayah, Rayyan mengatakan tidak pernah mengenal siapa ayah kandungnya.

Sejak kecil hanya ibu yang mengasuhnya. Sehari-hari ibunya bekerja berjualan kue dan makanan kecil.

Hidupnya juga berpindah-pindah dari kos ke kos.

Ani sendiri begitu bersyukur memiliki anak Rayyan yang sangat berbakti. 
Meski dirinya sendiri merasa sedih karena Rayyan yang masih kecil malah harus merawat dirinya yang sakit-sakitan.

"Anak ini telaten merawat saya, dari membantu mengangkat tubuh, mengganti baju bahkan baju dalam, sampai ke kamar mandi juga dibantu Rayyan," ujarnya sambil berurai air mata di atas kursi roda sambil memeluk Rayyan.

Perempuan yang berasal dari Dusun Gedongan, Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, itu beruntung karena ikut program BPJS mandiri sehingga seluruh biaya rumah sakit sudah tercover.

"Saya ikut BPJS mandiri kelas 3 karena memang tidak bisa mengurus KIS dari pemerintah. Saya tinggal pindah-pindah," ujarnya.

Sementara itu, menurut Nasrodin, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Keperawatan RSUD Tidar, sudah sembilan hari Rayyan dan ibunya 'menginap' di bangsal Gladiol 14.

Rayyan memang terlihat selalu sendiri merawat ibunya itu, bahkan dari pantauannya, tidak pernah ada kerabat yang menjenguknya.

"Iya Rayyan sendiri, kami tidak melihat ada keluarga Rayyan yang lain ikut menjaga Ibu Ani," jelasnya.

Banyak perawat yang menaruh iba atas kondisi Rayyan.

Tidak jarang ada yang ikut membantunya meski sekedar memberi makanan, alat sekolah, dan alas tidur.

"Secara medis, kami berikan pelayanan sebaik-baiknya, kami juga membantu semampu kami. Kami sudah anggap dia anak dan adik sendiri, bahkan kami minta Rayyan tetap sekolah," ujar Nasrodin.

Sejak foto Rayyan viral, banyak juga warga yang datang menjenguk Rayyan dan ibunya.

Petugas Dinas Sosial Kabupaten Magelang, Kepala Sekolah SD Negeri Mertoyudan 3, komunitas relawan dan masyarakat umum, hingga petugas Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Magelang, juga sudah datang memberi bantuan kepada Rayyan dan Ibunya.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved