Grahadi

Beranda Grahadi

AFC Akan Dampingi Santri Kembangkan Skill Keuangan Bisnis untuk Sukseskan Program OPOP

AFC yang juga terintegrasi dengan OPOP Training Center ini memberikan fasilitasi konsultasi bisnis, pengelolaan keuangan dalam menjalankan usaha

AFC Akan Dampingi Santri Kembangkan Skill Keuangan Bisnis untuk Sukseskan Program OPOP
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Hari ini, Kamis (12/12/2019), diresmikan Accounting Financial Center (AFC) di Universitas NU Surabaya, oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. AFC ini akan menjadi penguatan pembekalan keuangan pada tiga pilar sasaran program OPOP. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Implementsi program One Pesantren One Product (OPOP) yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus dikuatkan.

Hari ini, Kamis (12/12/2019), diresmikan Accounting Financial Center (AFC) di Universitas NU Surabaya, oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

AFC ini akan menjadi penguatan pembekalan keuangan pada tiga pilar sasaran program OPOP.

AFC yang juga terintegrasi dengan OPOP Training Center ini memberikan fasilitasi konsultasi bisnis, pengelolaan keuangan dalam menjalankan usaha dan juga konsultasi pengembangan usaha.

Rumah AFC ini akan dilengkapi konsultan keuangan handal.

"Upaya pengembangan finansial ini tidak bisa dilihat secara parsial. Ini bagian dari peningkatan ekonomi umat yang secara spesifik kita wujudkan melalui OPOP. Tapi kan ini butuh managerial skill yang lebih luas dan butuh aspek pendanaan yang lebih terjamin. Maka AFC akan jadi kesatuan Training Center of OPOP," tegas Khofifah.

Lebih lanjut menurut Khofifah, OPOP Training Center juga harus berjejaring luas.

Sebab peningkatan penyejahteraan umat dikatakan wanita yang juga mantan Mensos RI ini dibutuhkan sinergi lintas sektor.

Pasalnya ada tiga pilar yang menjadi sasaran program OPOP. Yaitu santri, koperasi lembaga pesantren dan alumni pesantren. Ketiga elemen itu harus mendapatkan pendampingan skill dalam hal keuangan.

"Training center of OPOP harus juga berjejaring lebih luas maka saat bertemu policy maker di Jakarta selalu saya sampaikan ada suatu hal yang kita harapkan butuh memberikan kemandirian percepatan penyejahteraan terutama bagi alumni pesantren," tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved