Berita Pendidikan

Respons Wagub Emil terkait Inovasi Mendikbud yang bakal Ganti UN dengan Assessment Kompetensi

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menanggapi positif terkait inovasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim soal pengganti UN.

ist
Wagub Jatim Emil Dardak saat menjadi pembicara pada acara Forum World Bank East Asia Pacific Social Development Driving Impact in middle-income countries, di The Renaissance Bali Uluwatu Ressort, Kab. Badung, Bali, Senin (4/11/2019). Emil menyambut baik inovasi Mendikbud Nadiem Makarim yang bakal mengganti Ujian Nasional (UN) dengan assessment kompetensi mulai 2021. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menanggapi positif terkait inovasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang bakal mengganti Ujian Nasional (UN) dengan assessment kompetensi mulai 2021.

Pada Surya.co.id, kepala daerah muda yang juga mantan Bupati Trenggalek ini mengatakan bahwa ini adalah upaya baru dalam menerapkan metode untuk mengukur kompetensi siswa yang diyakini dibutuhkan bangsa ke depan.

"Tentunya kami menyambut baik. Tapi tentu kita belum bisa menilai tanpa melihat lebih rinci," ujar Emil Rabu (11/12/2019) malam.

"Namun begitu menurut saya jika UN ini diubah menjadi assessment kompetensi, tantangannya ada pada strategi implementasinya. Karena issue-nya beda-beda untuk setiap jenjang di SD, SMP, SMA," lanju dia,

Penentu kelulusan saat ini juga sudah bukan UN lagi, dan untuk penerimaan di SMP dan SMA Negeri karena berbasis zonasi, penerimaan berbasis nilai UN bahkan untuk jalur prestasi masih jadi pembahasan.

Sedangkan untuk jenjang SMK, dari data Pemprov Jatim, hanya 30 persen lulusan SMK yang melanjutkan ke jenjang universitas.

Sisanya memilih untuk bekerja. Maka mereka lebih fokus mengejar ujian sekolah sebagai penentu kelulusannya.

"Jadi kalau UN mau diubah, saya berharap bukan hanya untuk menghilangkan stress, tapi juga mengalihkan fokus kita pada kompetensi yang kita yakini lebih dibutuhkan di masa depan," tandas Emil Dardak.

Tidak hanya itu, yang juga diharapkan Wagub Jatim, jika nanti assessment kompetensi lebih fokus pada penilaian kompetensi dalam hal numerasi dan literasi, maka Ujian Sekolah seharusnya juga dibuat selaras dan sinergis dengan UN.

"Apakah Ujian Sekolah akan lebih menguji mapel, karena kan informasinya UN lebih ke literasi dan numerasi, ya tentunya pertanyaannya gimana nanti US dan UN bisa sinergi. Itu yang penting," tandas Emil.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved