Berita Surabaya

Respons Dindik Jatim terkait Perubahan Prosentase Aturan PPDB Zonasi

Mendikbud Nadiem Makarim mengubah persentase aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi untuk tahun 2020.

Respons Dindik Jatim terkait Perubahan Prosentase Aturan PPDB Zonasi
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Hudiyono merespons perubahan PPDB Zonasi oleh Kemendikbud. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mendikbud Nadiem Makarim mengubah persentase aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi untuk tahun 2020.

Dalam perubahan itu, Nadiem mengubah komposisi PPDB jalur zonasi, dapat menerima siswa berdasarkan zona minimal 50 persen.

Kemudian adanya jalur afirmasi minimal 15 persen, dan jalur perpindahan maksimal 5 persen.

Jumlah maksimal untuk jalur prestasi ditingkatkan menjadi 0 hingga 30 persen.

Menanggapi perubahan aturan PPDB Zonasi secara nasional tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Hudiyono mengungkapkan formula yang dipakai Kemendikbud tahun 2020 telah diterapkan di Jatim sejak tahun ini.

"Jatim lebih dulu menerapkannya. Presentasenya yang disampaikan pak menteri sama persis dengan Zonasi di Jatim tahun ini, Jatim sudah mengalokasikan 30 persen untuk siswa dengan nilai UN, tidak mampu bahkan kami 20 persen,"urainya ketika dihubungi SURYA.co.id usai menghadiri rapat koordinasi kepala dinas, di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Dengan demikian, lanjutnya, Dindik Jatim tidak perlu lagi mengubah formulasi PPDB yang diterapkan tahun ini.

"Jatim nggak masalah, kami tinggal menyiapkan lagi sistem informasinya. Supaya sistem PPDB secara online bisa lebih maksimal,"lanjutnya.

Untuk diketahui, penetapan presentase PPDB Zonasi Jatim tahun 2019 dibagi untuk luar zona sebanyak 10 persen dan dalam zona 90 persen.

Untuk luar zona, rinciannya yaitu sebanyak lima persen untuk jalur prestasi dan mutasi atau perpindahan kerja orangtua atau wali murid 5 persen.

Sementara untuk dalam zona ada 90 persen. Dengan pembagian Zonasi 20 persen untuk warga kurang mampu termasuk anak buruh.

20 persen lagi untuk siswa dengan nilai tinggi, harus dalam zona dan terakhir 50 persen murni berdasarkan jarak dan kecepatan pendaftaran.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved