Breaking News:

Pasta e Basta Buka Restoran Pertama di TP 5, Usung Konsep Self Service

"Ada spageti, fetucini, lasagna, fusilli, dan masih banyak lagi. Pasta itu sebenarnya sudah kami sajikan dalam bentuk yang tidak lagi keras," ujarnnya

surabaya.tribunnews.com/akira tandika
Director Pasta e Basta menunjukkan salah satu jenis pasta yang akan diolah dan disajikan pada pengunjung. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasta e Basta, restoran pasta dengan konsep self service pertama dibuka di Tunjungan Plaza 5 lantai 5 Surabaya, Rabu (11/12/2019.

Pasta e Basta dihadirkan di Surabaya dengan menawarkan home made pasta Italian style.

Maksudnya, pengunjung akan diajak mencicipi rasa pasta seperti di Italia tanpa mengubah resep asli.

"Kami ingin masyarakat Surabaya khususnya, untuk mencicipi pasta dengan rasa khas Italia yang dibuat dari hati," kata commissary Pasta e Basta, Enrico Campagnaro.

Di Pasta e Basta, pengunjung bisa bebas memilih jenis pasta hingga saus yang mereka ingini.

"Ada spageti, fetucini, lasagna, fusilli, dan masih banyak lagi. Pasta itu sebenarnya sudah kami sajikan dalam bentuk yang tidak lagi keras, tapi masih perlu direbus kembali sebelum disajikan dengan tambahan saus sesuai selera pengunjung," jelas Enrico Campagnaro.

Enrico menambahkan, Pasta e Basta telah bersertifikasi halal.

Lantaran merupakan masakan khas Italia, Enrico mengaku ada beberapa bahan makanan yang sengaja didatangkan langsung dari negaranya agar tak mengubah rasa.

"Kalau digambarkan dalam bentuk persen, mungkin kira-kira 70 persen," tambahnya.

Meski begitu, beberapa bahan lain seperti sayur yang memang harus fresh, Enrico bekerja sama dengan Indonesia.

Dengan konsep ini, Enrico ingin masyarakat dapat enjoy menikmati pasta kualitas terbaik yang disajikan Pasta e Basta.

Salah satu pengunjung yang mengaku cocok dengan cita rasa yang dihadirkan Pasta e Basta adalah Nathalia.

Meski pasta yang disajikan adalah resep authentic dari Italia, Nathalia mengaku masih bisa menerima itu.

"Jadi walaupun dia pakai resep asli, sebenarnya nggak akan ganggu lidah orang Surabaya karena sangat bisa diterima rasanya," ungkap Nathalia.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved