Kuliner

Geseng Bangsong Kuliner Khas Banyuwangi, Rasa Gurih Plus Pedas Asam Daging Itik Bikin Nagih

Bahan kuliner Geseng Bangsong adalah mentok atau yang lebih dikenal itik. Daging itik digongso atau diukep hingga meresap dengan bumbu.

Geseng Bangsong Kuliner Khas Banyuwangi, Rasa Gurih Plus Pedas Asam Daging Itik Bikin Nagih
tribun jatim/nurika anisa
Geseng bangsong merupakan kuliner khas Desa Wijenan, Singojuruh, Banyuwangi 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Geseng bangsong merupakan kuliner khas Desa Wijenan, Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi.

Geseng Bangsong ini biasanya disajikan pada acara-acara keagamaan umat Islam seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan Maulid Nabi.

Bahan kuliner Geseng Bangsong adalah mentok atau yang lebih dikenal itik. Itik tersebut harus jantan.

Daging itik digongso atau diukep hingga meresap dengan bumbu.

Berbeda dari bumbu biasanya, geseng bangsong di masak dengan campuran potongan pupus daun wadung.

Rasa khas gurih, pedas dan asam dari pupus daun wadung menambah citarasa geseng bangsong.

Geseng Bangsong, kuliner khas Desa Wijenan, Singojuruh, Banyuwangi
Geseng Bangsong, kuliner khas Desa Wijenan, Singojuruh, Banyuwangi (tribun jatim/nurika anisa)

Toh, tak perlu jauh-jauh ke Desa Wijenan, kini kuliner tradisional Geseng Bangsong bisa dinikmati di Pasar Wit-witan, kawasan Alas Malang, Singojuruh Banyuwangi, yang digelar setiap hari Minggu pagi mulai pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB.

"Ada daging menthok, ada daging ayam. Harga Rp 15 ribu," kata penjual geseng bangsong, Tin di Pasar Wit-witan, Minggu (8/12/2019).

Selama mengunjungi Pasar Wit-witan, ada lapak kuliner geseng bangsong milik Bu Tin yang ramai pembeli untuk mencicipi makanan khas geseng bangsong.

Geseng Bangsong bisa menjadi alternatif kuliner tradisional yang wajib dicoba saat berkunjung ke Banyuwangi.

Halaman
12
Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved