Berita Magetan

Tak Kunjung Diperbaiki Pemkab Magetan, Siswa SDN Banjarpanjang 2 Takut Atap Kelasnya Runtuh

Siswa SDN Banjarpanjang 2, Ngariboyo, Magetan, mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah tekanan atap ruang sekolah runtuh

Tak Kunjung Diperbaiki Pemkab Magetan, Siswa SDN Banjarpanjang 2 Takut Atap Kelasnya Runtuh
doni prasetyo/surya
Siswa SDN Banjarpanjang 2, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah atap ruang kelas sekolah yang sudah rapuh dan plafon jebol. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Siswa SDN Banjarpanjang 2, Ngariboyo, Magetan, mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah tekanan atap ruang sekolah runtuh. Apalagi saat ini di wilayah Kabupaten Magetan musim hujan disertai angin kencang.

"Takut sekali, apalagi enak enak mengikuti pelajaran, hujan turun diikuti angin kencang. Tidak hanya saya, teman teman ternyata juga dredeg, was was melihat kondisi atap yang menrul mentul kena hembusan angin," kata Alfian siswa klas V, SDN Banjarpanjang ini kepada Surya, Selasa (10/12/2019).

Alfian mengungkapkan saat pelajaran berlangsung hujan turun lebat, pasti ada siswi di kelasnya yang menangis minta diistirahatkan, karena melihat atap sekolahnya bergoyang.

"Inginnya saat itu pelajaran diakhiri dan kami berada di luar ruang kelas atau di tanah lapang," sambungnya.

Menurut Alfian, kerusakan atap sekolah, termasuk kuda kuda penyangga atap, plafon kelas jebol serta kusen pintu, jendela semua rapuh dimakan rayap.

Siswa mengetahui kondisi sekolahanya ini sudah sangat lama.

"Rusaknya sudah lama, awalnya plafon jebol. Saat plafon jebol itu terlihat kayu penyangga atap banyak yang rapuh. Setelah itu, temboknya retak hampir semua ruang sekolah," ungkapnya.

Seperti yang dilihat Surya, dari enam lokal ruang kelas di SDN Banjarpanjang 2, Kecamatan Ngariboyo, Magetan, yang atap jebol, kusen pintu, jendela rusak lapuk dimakan rayap ada lima lokal ruang kelas.

"Lokal ruang kelas yang rusak, kelas lima, enam, ruang dapur, gudang sekolah dan ruang guru atau kantor. Beberapa lokal ruang yang rusak, selain atap, plafon, pintu dan jendela, juga tembok retak retak," tukas Kepala SDN Banjarpanjang 2, Gatot Santoso, sambil menunjukan beberapa kerusakan di sejumlah lokal ruang kelasnya.

Dikatakan Gatot, kerusakan sekolahnya ini sejak tahun 2013 lalu dan sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan beberapa tahun lalu.

Namun hingga akhir tahun 2019 ini, laporan itu belum menunjukkan akan dilakukan rehabilitasi gedung sekolahnya.

"Kondisi ini sudah kita laporkan ke UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngariboyo (saat masih ada UPT), tapi sampai sekarang belum dilihat. Mungkin masih harus menunggu," ujar Gatot.

Gatot berharap Pemkab Magetan segera merehabilitasi sekolahanya, yang total hanya memiliki siswa didik dari kelas satu sampai kelas enam sebanyak 48 anak ini.

"Guru, wali murid, dan siswa, berharap sekolahanya segera diperbaiki, agar bisa melakukan KBM dengan tenang, nyaman, karena merasa aman. Terlebih bila turun hujan lebat disertai angin," pungkasnya.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved