Berita Banyuwangi

Lima Faktor Penting Penyebab Harga Tiket Pesawat Mahal, Kemenhub Diimbau Introspeksi

Menurut Bambang Haryo, tarif pesawat yang tinggi saat ini bukan sepenuhnya kesalahan maskapai, melainkan justru akibat kebijakan pemerintah

Lima Faktor Penting Penyebab Harga Tiket Pesawat Mahal, Kemenhub Diimbau Introspeksi
SURYA.co.id/Haorrahman
ILUSTRASI - Pesawat Citilink di Bandara Blimbingsari Banyuwangi 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diimbau untuk tidak menekan maskapai penerbangan untuk menurunkan tarif pesawat tanpa didasarkan pada analisa yang benar. Kemenhub justru harus introspeksi diri mengapa tarif pesawat mahal, bukan terus menyalahkan maskapai.

“Apabila pemerintah memaksakan tarif pesawat turun sehingga maskapai menjadi rugi, berarti masyarakat dibiarkan menggunakan maskapai yang tidak sehat sehingga membahayakan keselamatan,” kata Bambang Haryo Soekartono, praktisi dan pemerhati masalah transportasi logistik, Selasa (10/12/2019).

Dia menanggapi Menhub Budi Karya Sumadi yang menyebutkan tarif pesawat akan turun 30 persen pada Senin-Kamis setiap minggu hingga Februari 2020.

Menhub mengaku sudah mendapat komitmen itu dari Garuda Indonesia, yang diyakini bakal diikuti maskapai lainnya.

Sebagai penyedia sarana transportasi, tutur Bambang Haryo, maskapai penerbangan bertanggung jawab terhadap keselamatan nyawa dan barang publik yang diangkutnya, sehingga harus mendapatkan tarif yang cukup dan transparan.

Dia mengingatkan, pemerintah khususnya Kemenhub harusnya introspeksi diri kenapa tarif pesawat mahal dan maskapai mengalami kerugian.

Bahkan, maskapai sekelas Garuda Indonesia pun pernah mencatat kerugian hingga Rp 3 triliun pada 2017 dan Rp 1,6 triliun pada 2018, padahal saat itu tarif pesawat relatif tinggi.

“Kita tidak ingin kerugian ini terulang dan tambah besar,” tegasnya.

Menurut Bambang Haryo, tarif pesawat yang tinggi saat ini bukan sepenuhnya kesalahan maskapai, melainkan justru akibat kebijakan pemerintah terutama, Kemenhub dalam mengelola transportasi udara.

Dia menganalisa, setidaknya ada lima faktor yang menyebabkan tarif pesawat menjadi mahal. Pertama, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah melonjak lebih dari 60 persen dari sekitar Rp 9.000 pada 2012 menjadi Rp 14.000 pada 2019.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved