Sabtu, 11 April 2026

Berita Surabaya

Kalong Seukuran 1 Meter Serang Instalasi Listrik di Pulau Bawean Gresik, PLN Siaga

PT PLN (Persero) melakukan antisipasi serangan kalong menjelang musim buah di Pulau Bawean pada jaringan listrik di daerah tersebut.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Adrianus Adhi
Foto Istimewa PLN
Hewan kalong di pulau Bawean yang biasa mengganggung jaringan listrik PLN. 

SURABAYA, SURYA - PT PLN (Persero) melakukan antisipasi serangan kalong menjelang musim buah di Pulau Bawean pada jaringan listrik di daerah tersebut.

Hal ini dikarena pada musim jelang akhir tahun seperti saat ini, muncul fenomena binatang kalong, yang keluar dari gua dan bukit-bukit dari sisi tengah pulau menyebar ke berbagai wilayah Pulau Bawean.

"Kalong seringkali hinggap di komponen-komponen Jaringan 20 kV seperti trafo, kabel, sambungan kabel, isolator, hingga perangkat kontruksi tiang besi atau tiang beton.

Seringkali, penyebab gangguan listrik padam adalah karena banyaknya bangkai kalong yang mati akibat hinggap di jaringan listrik PLN," jelas Paultje Mangundap, Manager PLN UP3 Gresik, Selasa (10/12/2019).

Hal tersebut, membuat PLN terus berupaya mengoperasikan jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) seoptimal mungkin sehingga tidak terjadi gangguan.

Namun pihaknya tetap menginstruksikan kepada seluruh jajaran di PLN ULP Bawean untuk selalu waspada terhadap serangan kalong yang mungkin terjadi.

"Petugas kami selalu siap 24 jam menjaga keandalan pasokan listrik di Bawean dan semoga rekan-rekan di Bawean diberikan kelancaran dalam setiap kegiatan pemulihan yang harus dihadapi.

Kami selalu siap sekuat tenaga menjaga keandalan listrik demi layanan terbaik kepada masyarakat," lanjut Paultje Mangundap.

Upaya dalam penanganan gangguan telah berjalan dengan baik sehingga masa penormalan aliran listrik ke masyarakat dapat dilakukan secepat mungkin.

Setiap tahunnya, PLN selalu mengevaluasi dengan cara meningkatkan perangkat proteksi perlindungan pada komponen-komponen yang sering menjadi penyebab gangguan.

"Sampai hari ini, kabel konduktor di Bawean sudah menggunakan kabel berisolasi dan kami juga memasang pipa penghalang binatang, ijuk, cover bushing Trafo untuk titik-titik yang sering menjadi tempat kalong hinggap serta berbagai upaya baik berupa inovasi untuk menghindari hinggapan hewan termasuk kalong di jaringan listrik.

Agar pasokan aliran listrik tetap terjangkau dan pastinya andal untuk masyarakat khususnya di Pulau Bawean," jelas lengkap Paultje.

Kalong merupakan hewan jenis mamalia terbang yang akrab dijuluki siluman malam yang sering berpindah- pindah tempat tinggal bila habitatnya yang berupa pohon- pohon tinggi di hutan terkena cuaca buruk ataupun sumber pangan yang menipis, begitu pula yang terjadi di daerah Pulau Bawean.

Pulau yang terletak di seberang utara Kabupaten Gresik memiliki hutan dengan pohon-pohon tinggi.

Setiap penghujung tahun ketika musim buah di Bawean, selalu muncul fenomena kalong dimana kalong keluar dari gua dan bukit-bukit dari sisi tengah pulau menyebar ke berbagai wilayah Pulau Bawean.

Ukuran Kalong Bawean sendiri cukup besar, dengan bentang sayap setidaknya satu meter. Saat berterbangan kalong mengandalkan telinga sebagai indra pendengarannya yang notabene lemah dalam hal penglihatan.

Sehingga tempat yang dihinggapi merupakan pantulan getaran suara yang dikeluarkan mulutnya, tak terkecuali jaringan listrik.(rie/Sri Handi Lestari).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved