Berita Surabaya

Dosen UMS Kembangkan Limbah Kayu di Pedesaan Jadi Lampu Hias

Dosen UMS, Radius Setiyawan, mengubah limbah kayu dan tenaga warga pedesaan menjadi lampu hias bernilai jual tinggi

Dosen UMS Kembangkan Limbah Kayu di Pedesaan Jadi Lampu Hias
sulvi sofiana/surya
Founder Pulampu, Radius Setyawan dan tim memeriksa produk Pulampu, di UMS, Selasa (10/12/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), Radius Setiyawan, mengubah limbah kayu dan tenaga warga pedesaan menjadi lampu hias bernilai jual tinggi. Hingga kini, produk gagasan Radius telah memiliki beragam desain dan dipasarkan ke berbagai daerah.

Radius mengungkapkan produk yang dinamakan Pulampu ini berawal dari program pemberdayaan masyarakat desa sejak 2017. Ia bersama kedua rekannya, Junaidi dan Lukman Hakim memproduksi Pulampu saat melihat limbah kayu yang dihasilkan pengrajin terbuang.

"Kami memanfaatkan potensi di empat desa di Indonesia. Keempatnya yaitu Desa Karduluk di Madura, Desa Soko di Mojokerto, Desa Jedong serta Desa Sutorejo di Surabaya,"ungkap bapak dua anak ini.

Keempat desa tersebut dibina untuk menciptakan Pulampu. Kualitas dan standar yang diberikan juga diatur sebaik mungkin sesuai dengan desain yang telah ditentukan oleh Pulampu.

"Kami memanfaatkan limbah kayu. Sisa industri mebel berukuran kecil yang tidak dimanfaatkan lagi," ungkap dosen Sastra Inggris ini..

Untuk memberikan pilihan bagi pembeli, Pulampu terus emngembangkan desain produknya.

Sebelumnya Pulampu dibedakan menjadi tiga jenis lampu yaitu Okla, Q - One dan Honi Original.

Seluruh produk menggunakan beberapa jenis kayu limbah seperti Jati Londo, Palet, Mahoni dan Triplek.

"Jenis Okla merupakan produk lampu dengan bentuk ekspresia manusia. Sedangkan Q - One lebih berbentuk hewan seperti rusa, domba atau binatang lain. Kalau Honi Original mengedepankan desain ukiran sebagai celah cahaya lampu,"urainya.

Yang terbaru, Radius dan rekannya mendesain dengan konsep science fiction.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved