Berita Gresik

Dewan kembali Temukan Pengerjaan Proyek di Gresik Asal-asalan dan Terancam Molor, begini Reaksinya

Dewan kembali berang, sejumlah proyek diprediksi molor dikerjakan terkesan asal-asalan. Salah satunya pengerjaan trotoar di Jalan Panglima Sudirman.

Dewan kembali Temukan Pengerjaan Proyek di Gresik Asal-asalan dan Terancam Molor, begini Reaksinya
surya.co.id/willy abraham
Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi (kiri) Kepala DPUTR, Gunawan Setiaji (tengah) kontraktor (kanan) melihat pengerjaan proyek drainase di Jalan Panglima Sudirman, Senin (9/12/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK – Dewan kembali berang, sejumlah proyek yang diprediksi molor dikerjakan terkesan asal-asalan. Salah satunya pengerjaan trotoar di Jalan Panglima Sudirman.

Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi langsung meminta pengawas dan pemborong untuk melihat pengerjaan saluran. Dia mencontohkan, pengerjaan di depan hotel pesona.

Sampah bekas pengerjaan terlihat menumpuk di dalam saluran. Kemudian, saluran gendong ukurannnya terlalu kecil. Dia menanyakan bagaimana perawatannya nanti. Sebab, tubuh orang tidak cukup masuk ke dalam.

"Sudah sampahnya dibuang disini, masangnya miring semua. Jelas ngawur ini," kata Hamdi dengan nada kesal, Senin (9/12/2019).

Dia meminta pengawas proyek tersebut untuk membuka satu persatu saluran air. Ternyata baru tiga dibuka, pengerjaannya sama, asal-asalan.

Batas waktu pengerjaan kurang satu minggu lagi. Sedangkan progress proyek yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 5 miliar itu baru 85 persen.

"Alasannya banyak kabel jadi kendala. Padahal males, jadinya ngawur. Pasti molor pengerjaan seperti ini," tegas pria asal Menganti ini.

Politisi PKB ini memastikan praktik seperti ini juga terjadi di pengerjaan drainase lain.

Tidak lama, Kepala Dinas PUTR Pemkab Gresik Gunawan Setiaji datang ke jalan Panglima Sudirman. Dia melihat langsung pengerjaan proyek tersebut.

Bahkan, Gunawan diajak oleh Hamdi beserta kontraktor berani buka-bukaan satu persatu saluran air.

Kemudian, dia meminta kepada kontraktor untuk segera melakukan perapian pada pengerjaan tersebut.

"Kita sudah lihat langsung, saya juga sudah mendengar kendalanya dari kontraktor. Saya cuma minta dirapikan dulu," tuturnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana mengaku bahwa pengerjaan sejumlah proyek di Gresik dikerjakan asal-asalan. Politisi Golkar ini juga baru saja melakukan sidak proyek peningkatan jalan di Sekapuk - Ujungpangkah senilai Rp 10,5 miliar lebih parah.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Liman Jaya Transmix ini malah baru mendatangkan material. Jelas, pengerjaan ini akan molor.

"Rabu (11/12/2019) besok kontraktor-kontraktor serta dinas terkait akan dipanggil," tutupnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved