VIDEO Tanpa Busana Gadis Belia dan Perawat via WhatsApp di Depan Pria Ngaku Brigadir Polisi

Sejumlah wanita, mulai gadis hingga nenek-nenek menjadi korban penipuan pelaku dengan modus sebarkan video tanpa busana hasil video call WhatsApp (WA)

VIDEO Tanpa Busana Gadis Belia dan Perawat via WhatsApp di Depan Pria Ngaku Brigadir Polisi
Youtube
Ilustrasi Video Tanpa Busana Gadis dan Nenek-nenek via WhatsApp di Depan Pria Ngaku Brigadir Polisi 

SURYA.CO.ID, PALEMBANG - Sejumlah wanita, mulai gadis belia hingga nenek-nenek menjadi korban penipuan pelaku dengan modus sebarkan video tanpa busana hasil video call WhatsApp (WA).

Di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pelaku mengaku sebagai polisi berpangkat brigadir.

Di Palembang, para korban mayoritas para perawat, tertipu pelaku yang mengaku sebagai kepala rumah sakit.

Dalam kasus lain, video tanpa busana seorang istri yang dikirimkan kepada seorang pria, menjadi awal hancurnya rumah tangga mereka. 

Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan menangkap Bustanul Ardi (31), polisi gadungan yang menipu para wanita untuk melakukan aksi tanpa busana lewat video call WhatsApp (WA).

Tersangka Bustanul Ardi (31) ngaku polisi menipu para gadis lewat video tanpa busana via WhatsApp saat diamankan di Polda Sumsel, Senin (9/12/2019).
Tersangka Bustanul Ardi (31) ngaku polisi menipu para gadis lewat video tanpa busana via WhatsApp saat diamankan di Polda Sumsel, Senin (9/12/2019). (KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Anak Terjatuh dari Lantai 5 saat Ibu Main HP, Keterangan Polisi Buat Keluarga Murka, Videonya Viral

Fakta Tak Terduga Video Viral Pria Juling & Gila karena Kecanduan Game Online, Pakai Efek Instagram

Video Anak SD Dibully Hingga Ibunya Ikut Menangis Viral di Facebook, Fakta Sebenarnya Berbeda

Perbuatan Bustanul terbongkar setelah salah satu korbannya berinisial IR melapor ke polisi.

Pelaku ditangkap di Lubuklinggau, Minggu (8/12/2019).

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel Adhi Setyawan mengatakan, modus yang dilakukan tersangka yakni dengan menyamar sebagai polisi gadungan berpangkat brigadir.

Tersangka lalu membuat akun Facebook bernama Ardi Ardi.

Di sana ia pun mengikuti grup untuk mencari para korban.

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved