Berita Jember

UMK Jember tahun 2020 Disosialisasikan

UMK Jember tahun 2020 berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur sebesar Rp 2.355.662,91. naik sebesar Rp 187.745,10 dibandingkan tahun lalu.

UMK Jember tahun 2020 Disosialisasikan
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Sosialisasi UMK Jember 2020 

SURYA.co.id | JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember menggelar sosialisasi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember tahun 2020, Senin (9/12/2019).

Sosialisasi yang digelar di Pendapa Wahyawibhawagraha Jember itu diikuti oleh pengusaha, pimpinan perusahaan, serikat buruh, serta jajaran dewan pengupahan.

Bupati Jember, Faida, memimpin sosialisasi yang bertema 'UMK 2020 Menuju Jember Harmoni Hubungan Industrial'.

Faida memaparkan, UMK Jember tahun 2020 naik sebesar Rp 187.745,10 dibandingkan tahun 2019. UMK Jember tahun 2020 berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur sebesar Rp 2.355.662,91. Sedangkan UMK Jember tahun 2019 sebesar Rp 2.170.917.

Dasar keputusan ini adalah Keputusan Gubernur Jawa Timur no 188/568/KPTS/013/2019, tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur tahun 2020, dan sebelumnya telah melalui sejumlah pembahasan serta survei.

"Ini adalah keputusan gubernur. Namun gubernur dalam menentukan juga berdasarkan usulan, pembahasan, dan survei. Jadi tidak serta merta diputuskan sekian," ujar Faida.

Sebelumnya besaran UMK Jember didasarkan pada usulan UMK yang diajukan oleh kepala daerah. Usulan yang diserahkan itu besarnya berdasarkan saran dan masukan dari Dewan Pengupahan Kabupaten Jember yang diawali dengan proses yang panjang, seperti survei kebutuhan hidup layak yang dilaksanakan di tiga pasar tradisional.

UMK, lanjut Faida, merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah supaya upah minimum yang diberikan tidak jauh merosot pada level bawah. UMK terus mengalami kenaikan setiap tahunnya yang disesuaikan dengan angka kebutuhan hidup layak. Faida berharap melalui penetapan tersebut hubungan antara pengusaha, karyawan dan pemerintah dapat berjalan baik dan harmonis.

"Saya berharap hubungan industrial di Kabupaten Jember berjalan secara baik. Kalau perlu ada festivalnya karena hubungan yang baik. Jangan selalu menganggap hubungan industrial ini berkaitan dengan huru hara. Para pekerja jangan hanya ribut ketika berkaitan dengan upah, namun juga saya harapkan peduli dengan perusahaan," tegas Faida.

Saat sosialisasi itu, kepada para pengusaha, Faida meminta untuk menerapkan UMK tahun 2020 itu. Jika nantinya tidak mampu menerapkan, akan ada mekanisme penundaan penerapan itu.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved