Berita Surabaya

Dewan Surabaya Sidak Saluran Air yang Diduga Diurug di Perbatasan Kampung dan Perumahan

Komisi A DPRD Surabaya meninjau langsung keberadaan saluran air di Jl Lontar Baru, Kecamatan Sambikerep,

Dewan Surabaya Sidak Saluran Air yang Diduga Diurug di Perbatasan Kampung dan Perumahan
nuraini faiq/surya
Anggota Komisi A DPRD Surabaya saat menyidak saluran air yang berubah fungsi setelah diuruk pengembang di Lontar Baru, Senin (9/12/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi A DPRD Surabaya meninjau langsung keberadaan saluran air di Jl Lontar Baru, Kecamatan Sambikerep, Senin (9/12/2019). Saluran air yang saat ini dalam keadaan terurug menimbulkan polemik di tengah warga. 

Fasilitas umum ini tak lagi sebagai penampung air karena sudah rata tanah. Saluran air sepanjang sekitar 10 meter dan lebar 2 meter itu diurug dengan material tanah keras. 

"Kami cemas kalau hujan deras nanti bisa banjir karena sungai tidak ada," ucap Ketua RT 04 Kampung Lontar Baru Sukriadi menyambut kedatangan anggota DPRD Surabaya.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya inspeksi mendadak ke lokasi Kampung Lontar Baru.

Warga di sini sebelumnya melapor ke dewan setelah saluran air kampung dalam keadaan diuruk.

Persis berdekatan dengan saluran air yang ditutup ini adalah lahan pengembang Perumahan Graha Natura.

Dipimpin Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna, mereka mengecek lokasi yang berhimpitan dengan Cluster Perumahan tersebut.

"Jangan sampai pengembang mencaplok fasilitas umum. Apalagi ini saluran air," ucap Ayu.

Warga Jalan Lontar Baru RT 4 /RW 2 yang persis berbatasan dengan lahan perumahan baru itu sebelumnya mengadu ke Komisi A.

Selain tak lagi ada sungai, warga juga tidak lagi menemukan kolam kubangan ikan di dekat sungai yang biasa digunakan warga sekitar untuk mancing. 

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved