Breaking News:

Detik-detik Jerit Tangis Balita Diinjak Ibunya hingga Meronta-ronta, Videonya Viral di Instagram

Video yang merekam detik-detik seorang balita menjerit dan menangis karena sengaja diinjak ibunya, viral di media sosial instagram

Picture Alliance/ ZB
Ilustrasi: Detik-detik Jerit Tangis Balita Diinjak Ibunya hingga Meronta-ronta, Videonya Viral di Instagram 

SURYA.co.id - Video yang merekam detik-detik seorang balita menjerit dan menangis karena sengaja diinjak ibunya, viral di media sosial instagram

Tampak dalam video viral tersebut, si balita meronta-ronta tapi sang ibu tak melepas injakan kakinya

Melansir dari Sosok.id dalam artikel 'Tega! Viral Video Bocah Menjerit Dan Meronta Saat Diinjak Ibunya di Bagian Dada dan Punggung, Netizen Kutuk Perbuatan Sadis Itu!', video tersebut diunggah akun gosip @titisannyairatukidul_, Sabtu, (8/12/2019)

Entah apa yang penyebabnya hingga ibu tersebut tega melakukan hal sadis kepada putrinya.

Ia tega menginjak-injak badan sang balita yang masih kecil.

Viral Video Bocah Menjerit Dan Meronta Saat Diinjak Ibunya di Bagian Dada dan Punggung
Viral Video Bocah Menjerit Dan Meronta Saat Diinjak Ibunya di Bagian Dada dan Punggung (Instagram titisannyairatukidul_)

Dengan berat badan sang ibu yang terbilang sangat berat, ia bahkan tega menduduki wajah balitanya.

Tak sampai di situ, ibu tersebut juga menginjak-injak perut balita hingga menjerit dan menangis kesakitan.

Sang anak sempat meronta-ronta agar bisa lepas, namun ibu kejam tersebut menarik dan semakin menumpahkan emosinya pada si balita.

Ibu tersebut kembali menginjak kakinya, sang balita yang terus menangis menerima penyiksaan dari ibunya.

Masih terus menyiksa, sang ibu lalu menginjak bagian leher putrinya.

Belum diketahui jelas, di mana lokasi kejadian dari video viral tersebut.

Hingga kini video telah ditonton oleh lebih dari 29 ribu pengguna instagram.

Berbagai reaksi warganet pun memenuhi kolom komentar akun tersebut.

Warganet mengecam keras penyiksa sang balita.

Banyak pula yang menyayangkan perbuatan ibu tersebut.

Ada pula yang menyalahkan perekam, yang harusnya membantu sang balita, bukan asyik merekam.

"Gak brani nonton...gak tega lihatnya..kok ada orang tua spt itu..."

"Whech... yg ngerekam jg harus diproses jg tuch."

"Astaghfirullah hancur hati sy ngelihatnya, semoga sgera mndapat pertolongan .. ini siapa yg videoin, sejak kpn anak ini di siksa . Ya Allah belilah ia pertolongan."

"Astaghfirulloh...semoga anak tsb diselamatkan Alloh, dijaga Alloh, dan selalu dilindungi Alloh....Anak karunia Alloh....ga mgkin Alloh bakalan diem....Azab utk orgtuanya sangat nyata...".

Kasus penyiksaan orangtua terhadap anaknya ini bukan pertama kalinya terjadi

Di kasus sebelumnya, Muhammad Ibrahim Ramadan alias Akil usia 2 tahun 3 bulan tewas diduga dianiaya ayah tirinya.

Jenazahnya ditemukan setelah warga mencium bau tidak sedap dari perkebunan karet Dusun I Desa Panco Warno Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Melansir dari Kompas.com dalam artikel 'Mengenaskan, Bocah 2 Tahun Disiksa Ayah Tiri hingga Tewas, Ibu Korban Diduga Terlibat', temuan mayat itu dibenarkan Camat Salapian Sinar Sembiring, di Salapian, Kamis (5/9/2019).

Menurut informasi yang dihimpun peristiwa tewasnya korban Muhammad Ibrahim Ramadhan alias Akil ini diduga karena penganiayaan berat yang dilakukan pelaku yang merupakan ayah tiri korban antara 19-25 Agustus 2019.

Camat Salapian Sinar Sembiring ikut menyaksikan penemuan mayat anak tiri yang dianiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia.
Camat Salapian Sinar Sembiring ikut menyaksikan penemuan mayat anak tiri yang dianiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia. (Antara Sumut/Istimewa)

Dimana pelaku yang melakukan penganiayaan ini Riki Ramadhan Sitepu, (30) warga Desa Sei Tembuh Kelurahan Pekan Kuala Kabupaten Langkat.

Dari keterangan yang didapat pada Senin (19/8) hingga Minggu (25/8) 2019, pelaku melakukan kekerasan kepada korban dengan cara memukul di bagian bahu, kaki, tangan, pantat korban.

Pelaku juga menyundut rokok di bagian tangan, kuping, bahu serta memasukan korban ke dalam goni serta digantung di luar gubuk.

Akibat penganiayaan yang dilakukan terhadap korban Muhammad Ibrahim Ramadan Als Akil meninggal dunia lalu dikuburkan oleh pelaku Riki Ramadan beserta istrinya di bawah lereng bukit..

Warga sekitar rupanya melihat keganjilan karena sudah lima hari ini anak tersebut tidak terlihat bermain.

Kemudian karena merasa curiga, Bhabinkamtibmas Bripka Ramidi bersama Babinsa dan warga mendatangi tempat tinggal berupa gubuk keluarga tersebut yang berada di kebun karet.

Namun setelah tiba di gubuk tersebut tidak ditemukan pemiliknya.

Kemudian dilakukan pencarian sekitar gubuk dan ditemukan gundukan tanah yang menimbulkan bau bangkai, dan disamping gundukan ditemukan sandal anak-anak.

Kemudian dilakukan pengorekan di bagian atas gundukan dan ditemukan kain panjang.

Atas kejadian tersebut, dilakukan pencarian terhadap diduga pelaku Riki Ramadhan.

Didapat informasi ada suami istri berjalan di sekitar jalan umum di Jalan Binjai-Bukit Lawang yang mencurigakan.

Kemudian masyarakat melaporkan kepada personel Polsek Salapian dan langsung dilakukan pencarian oleh Aiptu Wahyu, Aiptu Darman, Aiptu Chandra.

Setelah dicari, pasangan suami istri tersebut ditemukan dan langsung dilakukan penghadangan dengan sepeda motor.

Kini keduanya sudah diamankan di Polsek Salapian.

Setelah dilakukan introgasi bahwa suami istri tersebut menyatakan benar orang yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anak tersebut.

MIR (2) bernasib tragis. Bocah tersebut tewas di tangan ayah tirinya, Riki Ramadhan Sitepu (30).

Jasadnya ditemukan di gundukan tanah sebuah bukit di Dusun I, Desa Ponco Warno Kecamatan Salapian, Langkat.

Saat dikonfirmasi, Kamis malam (5/9/2019) Kasatreskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa mengatakan, pelaku menganiaya korban dari mulai Senin (19/8/2019) hingga Minggu (25/8/2019) di rumahnya.

Fathir mengatakan, pada Selasa (27/8/2019) sekitar pukul 17.00, korban meninggal dunia dan dikuburkan oleh tersangka dan istrinya di bawah lereng bukit dengan kedalaman sekitar 50 meter.

Pada Rabu (4/9/2019) polisi mendapat informasi dari masyarakat mengenai adanya bau menyengat di sekitar bukit dan langsung melakukan identifikasi.

"Kemudian personil polsek dan satreskrim Polres Langkat melakukan olah TKP kemudian membongkar gundukan tanah yang di curigai ditemukan jenazah korban dengan di bungus dengan kain, selanjutnya korban dibawa untuk dilakukan Otopsi di RS Bhayangkara Medan," tutur Fathir.

"Pelaku ayah tiri, dari keterangan istri pelaku tidak punya riwayat sakit jiwa, untuk motif pelaku kesal dengan tingkah laku si anak yang susah diatur," katanya.

Mengenai keterlibatan istri dan motif pembunuhan hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan.

Namun untuk tersangka Riki dijerat dengan Pasal 340 juncto Pasal 338 KUHPidana sub Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Bayi di Bekasi Tewas Dilempar ke Tembok oleh Ayah Tiri

Sebelumnya, bayi perempuan berusia 15 bulan di Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, tewas di tangan ayah tirinya, Roni Andriyawan (39).

Korban tewas setelah dilempar sang ayah.

"Pelaku mengaku melakukan pelemparan korban sebanyak tiga kali dan dua kali kepalanya terbentur tembok," kata Kapolsek Serang Baru AKP Wito dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (28/8/2019).

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi dari pihak Rumah Sakit Budi Asih, Cikarang Selatan, yang merasa janggal akan kematian korban.

Sebelumnya, korban dilarikan ke rumah sakit oleh ibunda korban, DA (39), pada Senin (26/8) lalu.

"Setelah dicek, ada dugaan korban meninggal secara tidak wajar," kata Wito.

Dari hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami luka di bagian kepala. Korban mengalami kekerasan benda tumpul di bagian kepalanya, sehingga mengakibatkan pendarahan di otak.

Polisi kemudian langsung bergerak melakukan penyelidikan. Polisi memeriksa ibunda korban dan juga pelaku.

"Pelaku sempat berbelit-belit, tetapi setelah diinterogasi secara mendalam akhirnya mengakui telah menganiaya korban dengan cara melempar korban dan ini bersesuaian dengan hasil autopsi," katanya.

Polisi kemudian menangkap Roni.

Roni kini ditahan di Polsek Serang Baru.

Polisi masih mengembangkan penyelidikan kasus tersebut. Sejumlah saksi dimintai keterangan oleh polisi.

"Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan," tandasnya.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved