Berita Surabaya

Warga Surabaya ini Tak Menyangka harus 7 Kali Operasi untuk Lepas dari Lubang Buatan di Tubuhnya

Ingky Immanuel (61), warga Rungkut bercerita penglamannya memakai kantong stoma di depan para Ostomate dalam Gathering Ostomate Jatim di RS Premier.

Warga Surabaya ini Tak Menyangka harus 7 Kali Operasi untuk Lepas dari Lubang Buatan di Tubuhnya
surya.co.id/sulvi soviana
Ingky Immanuel (61), warga Rungkut saat bercerita penglamannya memakai kantong stoma di depan para Ostomate dalam Gathering Ostomate Jatim di RS Premier, Minggu (8/12/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjadi Ostomate yaitu orang yang memiliki stoma atau lubang buatan di tubuhnya tak pernah terpikirkan di benak Ingky Immanuel (61), warga Rungkut.

Ingky bahkan harus melewati tujuh kali operasi hingga bisa lepas dari kantong stoma.

"Awalnya saya tidak merasakan sakit, tetapi merasa perut saya penuh selama dua hari dan saya muntahkan ternyata makanan saya utuh. Saya diobservasi dan kemudian dioperasi ternyata usus saya lengket (chrohn disease)," kenangnya di depan para Ostomate dalam Gathering Ostomate Jatim di RS Premier, Minggu (8/12/2019).

"Setelah dikembalikan ternyata tidak berhasil kemudian dioperasi lagi,"imbunya.

Rangkaian observasi,pengobatan dan operasi dijalani Ingky selama 3,5 bulan. Hal ini lantaran Ingky mengalami iritasi dan juga ususnya tidak bisa menempel pada dinding perut.

"Setelah operasi kedua, sehari jantung saya berhenti dua kali dan masuk ICU. Bahkan didiagnosa kemungkinan hidup saya 10 persen," lanjutnya.

Operasi kedua saya dibuat saluran pembuangan, tetapi malah iritasi padahal ia sudah memakai berbagai kantong stoma modern. Bahkan ia jug sempat mencoba memakai plastik wrap.

"Setelah operasi kedua, saya operasi setiap minggu selama lima minggu. Jadi setiap jahitan kering dibuka lagi. Ya rasanya seperti orang sakit, tapi saya semangat karena banyak dukungan orang sekitar. Tidak perlu dipikir kok bisa terjadi sampai usus dikeluarkan,"tuturnya.

Iapun mengungkapkn dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan ostomate. Sehingga ia sangt bersyukur bisa melewati setahun memakai kantong stoma dan kini bisa melepas kantong stoma setelah pengobatan ususnya tuntas.

"Saya baru tahu ada komunitas ini. Pastinya akan sangat membantu Ostomate karena kami tidak merasa sendiri,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved