Berita Surabaya

Tim Dokter Spesialis dari RSUD Dr Soetomo Surabaya Tangani Bayi Dina Oktavia

Ada empat spesialis berbeda yang masuk dalam tim dokter untuk penanganan Pandhu.

Tim Dokter Spesialis dari RSUD Dr Soetomo Surabaya Tangani Bayi Dina Oktavia
Humas Pemprov Jatim
Kondisi Dina Oktaviani dan bayi Muhammad Pandhu Firmansyah, penderita hidrosefalus tepatnya cleft tessier hydrocephalus myelemeningocele di Rusun Gunungsari setelah mendapatkan bantuan hunian layak dari Pemprov Jawa Timur. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Muhammad Pandhu Firmansyah, penderita hidrosefalus tepatnya cleft tessier hydrocephalus myelemeningocele atau kerusakan pada bagian wajah mendapatkan interferensi dari Pemprov Jawa Timur.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui RSUD Dr Soetomo menerjunkan tim dokter spesialis untuk membantu penanganan kondisi Pandu.

Setidaknya ada empat spesialis berbeda yang masuk dalam tim dokter untuk penanganan Pandhu.

Yakni dokter bedah syaraf, bedah plastik, dokter bius, dan dokter anak.

"Usai mendengar tentang kisah bayi Pandu bersama ibunya, saya langsung meminta dinas terkait yaitu RSUD Dr Soetomo dan PU Cipta Karya untuk mengambil langkah cepat dan mengkoordinasikan terkait hal ini secara solutif dan cepat," ungkap Khofifah, Minggu (8/12/2019).

Sebelumnya Pemprov Jatim juga telah melakukan langkah cepat dengan memindahkan bayi Pandhu dan sang ibu, Dina Oktaviani (21) dari rumah petak tidak layak huni ke rumah susun Gunungsari Surabaya.

Sebelumnya RSUD Dr Soetomo telah melakukan operasi pertama pada bayi Pandhu untuk mengeluarkan cairan di otaknya lewat pemasangan selang yang berlangsung kurang lebih selama satu jam.

"Sesuai hasil kordinasi saya dengan Dirut RSUS Dr Soetomo, rencananya hasil operasi bayi Pandhu akan dievaluasi besok Senin (9/12/2019). Meliputi pengecekan hasil operasi, penutupan luka, hingga penambahan berat badannya. Setelah itu, tim dokter baru akan ditentukan langkah operasi selanjutnya," urai Khofifah.

Baru setelah melihat hasil pengecekan tersebut, tim dokter akan melakukan analisa langkas medis yang tepat untuk dilakukan terhadap Pandu.

Khususnya untuk operasi lanjutan dan penanganan untuk kondisi cleft tessier hydrocephalus myelemeningocele.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved