Berita Nganjuk

Renovasi SDN 1 Putren Nganjuk Dilanjut, setelah Wabup Beri Jaminan Kekuatan Bangunan sesuai RAB

Setelah sepekan sempat dihentikan wali murid, renovasi gedung SDN 1 Putren Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk akhirnya kembali dilanjutkan.

Renovasi SDN 1 Putren Nganjuk Dilanjut, setelah Wabup Beri Jaminan Kekuatan Bangunan sesuai RAB
surya.co.id/ahmad amru muiz
Gedung SDN 1 Putren, Sukomoro, Nganjuk yang sempat dihentikan pengerjaan renovasinya. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Setelah sepekan sempat dihentikan wali murid, renovasi gedung SDN 1 Putren Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk akhirnya kembali dilanjutkan, Jumat (6/12/2019).

Ini setelah Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi turun langsung menemui dan memberi penjelasan kepada para wali murid SDN 1 Putren dan Kades Desa Putren.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menjelaskan, renovasi pembangunan gedung SDN 1 Putren sebenarnya tidak boleh dihentikan karena bisa menyalahi kontrak.

Terkait pemasangan kusen (pintu dan jendela) serta plafon yang menggunakan kayu Mahoni telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat konsultan.

Dengan demikian tidak ada manipulasi anggaran karena meski memakai kayu Mahoni dipastikan tidak akan cepat mengalami kerusakan.

"Kami berani menjamin kayu mahoni yang digunakan sebagai bahan bangunan akan bertahan lama, apalagi pemasangan plafon dan kusen pintu hanya tingal 20 persen, dan tidak mungkin dibongkar lagi. Apalagi anggaran renovasi sudah final," kata Marhaen Djumadi, Minggu (8/12/2019).

Mengenai kayu jati bekas kusen bongkaran dari bangunan gedung kelas I sampai kelas VI, dikatakan Kang Marhaen, panggilan Wabup Nganjuk Marhaen Djumadi, akan menjadi aset sekolah yang nantinya bisa digunakan untuk pembangunan gedung lainnya.

Di samping itu, tambah Kang Marhaen, sebentar lagi para siswa SDN 1 Putren akan menghadapi ujian semester ganjil, sehingga kalau renovasi gedung tersendat maka lingkungan sekolah akan terlihat kotor dan kosentrasi anak akan terpecah.

"Jadi janganlah karena orangtua murid menjadikan anak-anak yang dikorbankan. Makanya renovasi harus dilanjutkan dan untuk kayu jati bekas bongkaran akan menjadi aset sekolah, biarkan anak-anak dapat belajar dengan tenang tanpa ada rasa takut yang berlebihan," tandas Kang Marhaen dihubungi via ponselnya.

"Apalagi sebentar lagi akan menghadapi ujian semester ganjil, kalau sekolahnya bagus dan bersih saya yakin mereka akan lebih tenang dan fokus dalam mengisi soal sehingga mampu mendongkrak nilai-nilai ujiannya," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved