Berita Gresik

Pelantikan Perempuan Tani HKTI Pertama di Jatim, Ini Tujuannya

Selain lulusan dari sarjana pertanian, ada pula sarjana peternakan, sarjana perikanan dan ada pula dari bidang kesehatan.

Pelantikan Perempuan Tani HKTI Pertama di Jatim, Ini Tujuannya
surya.co.id/willy abraham
Pelantikan perempuan Tani HKTI Kabupaten Gresik di salah satu mall di Gresik, Sabtu (6/12/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Pelantikan perempuan tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang pertama ada Jawa Timur, digelar di Kabupaten Gresik, Sabtu (7/12/2019) malam.

Tujuannya, menjembatani kendala petani di Gresik untuk kemudian disampaikan kepada dinas terkait.

Selain itu, beberapa perusahaan juga diajak untuk terlibat.

Ketua DPK Perempuan Tani HKTI Gresik, dr Nila Hapsari mengatakan pelantikan ini merupakan yang pertama di Jawa Timur.

Gresik yang dikenal sebagai kawasan industri ternyata membuat sejumlah perempuan tangguh yang terdiri dari berbagai latar belakang berkumpul membantu para petani.

Para perempuan tersebut relatif masih muda. Berkisar usai diantara 20 hingga 35 tahun.

Selain lulusan dari sarjana pertanian, ada pula sarjana peternakan, sarjana perikanan dan ada pula dari bidang kesehatan.

"Alhamdulilah Gresik ini yang pertama di Jawa Timur dilantik perempuan tani HKTI. Harapan saya bersinergi menciptakan technopreneur dan sosiopreneur di bidang pertanian yang ada produk unggulan untuk meningkatkan nilai gizi di masyarakat," papar Nila, Minggu (8/12/2019).

Pihaknya langsung menyusun beberapa program kerja.

Nah, program terdekat perempuan tani HKTI menjembatani petani dengan pemerintah.

"Lalu kita sampaikan kendala petani seperti apa ke dinas pertanian. Tidak hanya itu, kita juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan seperti Petrokimia, Wilmar dan lainnya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putro mengatakan peran perempuan diharapkan bisa bersinergi dengan dinas.

Lalu, peran aktif teman-teman perempuan memajukan petani di Kabupaten Gresik seperti memasarkan hasil tani dan memberikan edukasi.

"Perempuan itu adalah ibu, diharapkan bisa mengedukasi anak-anaknya sejak dini sehingga merasa cinta dengan pertanian. Pertanian tidak akan punah dan berkembang menjadi baik. Apalagi selama ini yang bersinergi kegiatan pertanian kebanyakan laki-laki. Perempuan baru pertama ini," tutupnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved