Berita Surabaya

Sebulan Operasi, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Gagalkan Upaya Penyelundupan 12 Kilogram Sabu

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya terus berupaya menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu di Jawa Timur

Sebulan Operasi, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Gagalkan Upaya Penyelundupan 12 Kilogram Sabu
surya.co.id/firman rachmanudin
Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian menunjukkan foto barang bukti sabu yang dibawa dua kurir yang ditembak mati polisi, Minggu malam (1/12/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Satresnarkoba Polrestabes Surabaya terus berupaya menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu di Jawa Timur khususnya Surabaya. Dalam kurun waktu November 2019, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya beserta polsek jajaran menangani 82 laporan polisi atau jumlah kasus yang ditangani.

Dari 82 kasus itu, 50 kasus ditangani Satresanrkoba Polrestabes Surabaya dan sisanya tersebar di Polsek Jajaran. Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya,Kompol Memo Ardian menyebut jika dari 50 kasus itu ada 47 orang tersangka yang ditangkap.

"Ada dua perempuan, sisanya laki-laki," sebut Memo, Sabtu (7/12/2019).

Di antara kasus bulan November itu, polisi berhasil membongkar jaringan sabu internasional yang hendak mengirim sabu itu ke Sokobanah Madura.

"Jaringan tersebut juga dikendalikan dari dalam lapas Madiun. Polanya barang diambil oleh kurir Sokobahan ke Batam, setelah pengiriman via laut dari Malaysia. Lalu setelah itu dipecah barang menjadi beberapa kurir sabu bisa dibawa via jalur darat, udara maupun laut," terangnya.

Hasilnya, polisi menyita 12,2 kilogram sabu terdiri dari, 1,3 kg , 2 ons , 8 ons ,7,2 kg , 3ons ,5 ons ,2 kg dan mengamankan 17 tersangka, yakni Alfonsus (50), Subandrio (47), Dodik (57), Galih (31), Ujang (41), Hoirul (42), Zainul (40), dan Awaludin (40),NDH (41) dan DF (39),MH (34) dan AR (31), keduanya asal Aceh Utara, serta MN (29), asal Pidie Jaya, NRS (19) asal Kedungdoro Surabaya, Dwi (40) warga Sidoarjo, Tommy Ganda (24) warga Sidoarjo dan Denny Saiful (26) warga Malang.

"Nama terkahir kami terpaksa lakukan tindakan tegas karena melawan dan mencoba kabur saat pengembangan di wilayah Sukomanunggal," lanjutnya.

Terkait maraknya pengungkapan jaringan peredaran narkotika itu,Memo berpesan jika polisi tak bisa sendiri dalam menangani persoalan narkotika. Ia meminta semua masyarakat turut serta.

"Upaya penanggulangan narkoba bukan hanya upaya dari kepolisian BNN ataupun pemerintah daerah, namun butih peran serta seluruh elemen masyarakat untuk aktif dalam hal sama - sama menjaga lingkungan bersih dari narkoba dan mengucilkan apabila ada yang masih bermain dari narkoba apapun itu, mari sama - sama memusuhi narkoba demi masadepan bangsa ,bagi seseorang atau kelompok yang berupaya untuk menghalangi gerakan memusuhi narkoba maka dia adalah terindikasi dengan jaringan atau kelompok sindikat narkotika," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved