Berita Blitar

Reaksi Pemkab Blitar terkait Banyaknya Rekanan yang Minta Perpanjangan Waktu Pengerjaan  proyeknya

Banyaknya pekerjaan proyek yang belum tuntas di saat menjelang deadline dan si rekanan mengajukan perpanjangan waktu.

Reaksi Pemkab Blitar terkait Banyaknya Rekanan yang Minta Perpanjangan Waktu Pengerjaan  proyeknya
surya.co.id/imam taufiq
Anggota dewan saat sidak jalan cor akses Pantai Tambakrejo. Dewan meminta proyek tersebut untuk dibongkar karena uruknya menggunakan tanah lempung. Proyek jalan ini ditengarai tidak akan selesai hingga deadline 15 Desember 2019. 

SURYA.co.id | BLITAR - Banyaknya pekerjaan proyek yang belum tuntas di saat menjelang deadline dan si rekanan mengajukan perpanjangan waktu.

Hal ini membuat Pemkab Blitar bakal bersikap tegas.

Kepala Inspektorat Pemkab Blitar Ahmad Lazim menegaskan tak akan semudah itu untuk menyetujuinya.

Sebelum si rekanan itu memberikan alasan yang jelas, mengapa pekerjaan proyeknya kok molor.

"Ah, ya nggak bisa semudah itu. Boleh kami lunak, namun kalau itu kesalahan dia sendiri (rekanan), mengapa kami harus dilibatkan," kata Ahmad Lazim Jumat (6/12) siang.

Hal itu ditegaskan Ahmad Lazim karena sudah ada beberapa rekanan yang mengajukan perpanjangan waktu pekerjaan proyeknya.

Alasannya, karena proyeknya belum selesai di saat batas waktu pekerjaannya yang tinggal hitungan hari ini.

Di antaranya, proyek jembatan senilai Rp 4,7 miliar dengan panjang 40 meter, lebar 10 meter, yang ada di Dusun Unggahan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun.

Termasuk proyek jembatan yang ada di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun.

Kemudian yang jadi atensi pemkab adalah proyek pengecoran jalan beton senilai Rp 1,2 miliar, yang ada di jalan raya Desa Gunung Gede, Kecamatan Wonotirto.

Halaman
123
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved