Pengembang Rumah di Kedamaean Gresik Gandeng Koperasi Kemenag Kota Surabaya

Lewat skema kerjasama ini, fasilitas uang muka bisa dilakukan oleh koperasi. Untuk cicilan, rata-rata di kisaran Rp 1 jutaan.

Pengembang Rumah di Kedamaean Gresik Gandeng Koperasi Kemenag Kota Surabaya
ist
Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Husnul Maram saat melakukan penandatanganan, disaksikan Direktur PT Kaffa Persada Properti, Fristo Ari Prayogo, di Surabaya, Jumat (6/12/2019). 

SURYA.co.id  | GRESIK - Pengembang perumahan PT Kaffa Persada Properti yang sedang mengembangkan proyek perumahan di Kedamaean, Kabupaten Gresik, menggandeng Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Al Ikhlas yang ada di bawah kelolaan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya.

Penandatanganan kerjasama dilakukan Jumat (6/12/2019) antara Direktur PT Kaffa Persada Properti, Fristo Ari Prayogo, dengan Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Husnul Maram.

"Kerjasama ini kami lakukan dengan target para pegawai yang menjadi anggota KPRI Al - Ikhlas di Kantor Kemenag Kota Surabaya. Mereka bisa membeli produk kami dengan fasilitas yang diberikan koperasi," kata Fristo.

Produk yang ditawarkan merupakan salah satu kluster yang ada di kawasan Desa Sidoraharjo. Total ada 170 unit yang ditawarkan dengan empat type. Harganya mulai dari Rp Rp 179 juta hingga Rp 350 juta.

"Selain anggota koperasi, kami juga membidik para guru-guru yang dibawah Kemenag agar mereka bisa mendapatkan pilihan tempat atau lokasi hunian yang sama," tambah Fristo yang di daerah ini memiliki land bank hingga 20 hektar tersebut.

Diakui Fristo, daerah Kedamaean Kabupaten Gresik saat ini sedang berkembang pesat dan memiliki nilai invetasi yang tinggi. Apalagi akses daerah itu berupa jalan tol Surabaya - Mojokerto dan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, yang juga sudah hampir rampung pembangunanya menjadi nilai lebih.

Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Husnul Maram menambahkan, pihaknya tertarik bekerjasama dengan PT Kaffa Persada Properti karena banyak keringanan. Diantaranya, uang muka ringan, cicilan ringan dan tenor yang panjang. Bahkan pembayaran cicilan juga bisa dibuat fleksibel.

“Sasaran dari kerja sama ini adalah para guru yang ada di lingkungan Kemenag. Diantaranya, guru-guru yang mengajar di sekolah madrasah dan raudhatul athfal (setingkat TK),” kata Husnul yang merupakan pembina dari KPRI Al Ikhlas tersebut.

Lewat skema kerjasama ini, fasilitas uang muka bisa dilakukan oleh koperasi. Untuk cicilan, rata-rata di kisaran Rp 1 jutaan. Untuk uang muka juga bisa dicicil dengan rata-rata bulanan di bawah Rp1 juta.

Rencananya pembangunan kluster ini akan dimulai pada Maret 2020 mendatang.(rie/Sri Handi Lestari).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved