Citizen Reporter

Menelusuri Makam Syaid Maghribi atau Sunan Bangkalan, Madura

Masyarakat Madura umumnya menyebut makam tokoh agama dengan sebutan bhuju’, yang dalam bahasa Madura berarti orang yang sangat tua

Menelusuri Makam Syaid Maghribi atau Sunan Bangkalan, Madura
Citizen Reporter/Firda Meilianita Devi
Menelusuri Makam Syaid Maghribi atau Sunan Bangkalan, Madura 

SURYA.co.id - Madura dikenal dengan masyarakatnya yang memilliki kepatuhan agama yang kuat dan menempatkan kiai sebagai figur panutan dan dihormati.

Tidak banyak yang mengetahui, Madura memiliki julukan sebagai pulau dengan ratusan bhuju’.

Masyarakat Madura umumnya menyebut makam tokoh agama dengan sebutan bhuju’, yang dalam bahasa Madura berarti orang yang sangat tua dan dituakan dalam silsilah keluarga.

Akan tetapi dalam konteks sosial, bhuju’k merupakan orang yang dituakan dan yang patut dituruti segala nasihat dan arahannya.

Nama dari bhuju’ biasanya diambil dari nama tempat kiai itu berasal atau tinggal.

Selain itu, nama bhuju’ juga biasa diambil dari kebiasaan dan hal-hal yang berkaitan dengannya semasa hidup.

Di wilayah Bangkalan terdapat beberapa bhuju’. Salah satunya Bhuju’ Raden Jakandar atau Syaid Maghribi atau biasa dikenal dengan Sunan Bangkalan.

Bhuju’ yang terletak di wilayah Ujung Piring, Sambilangan, Kabupaten Bangkalan itu masih jarang dikunjungi warga karena letaknya yang kurang strategis dan berada di ujung pemukiman warga.

Raja Jakandar atau yang biasa disebut dengan Raden Jakandar adalah salah satu tokoh yang berasal dari keturunan kerajaan Padjajaran, lebih tepatnya keturunan dari Patih Mundangwangi.

Istrinya bernama Dewi Nawangsari. Mereka memiliki dua putri yang bernama Dewi Hisah dan Dewi Hirah.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved