Khofifah Minta BBIB Kembangkan Semen Beku Cenderawasih hingga Enggang untuk Ditangkar

Khofifah meminta BBIB mengembangkan semen beku untuk budidaya satwa langka seperti burung cederawasih, kakaktua, hingga enggang.

Khofifah Minta BBIB Kembangkan Semen Beku Cenderawasih hingga Enggang untuk Ditangkar
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah saat melihat peralatan laboratorium yang membekukan sperma hewan untuk inseminasi di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari 

SURYA.co.id | SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari tak hanya kembangkan inseminasi sapi.

Dia juga meminta BBIB mengembangkan semen beku untuk budidaya satwa langka seperti burung cederawasih, kakaktua, hingga enggang.

Khofifah ingin menggagas konsep kerjasama strategis antara Universitas Brawijaya (UB) Forest, BBIB Singosari, dan KEK Singosari.

Kerjasama ini sengaja digagas untuk pengembangan sektor pariwisata satwa dan puspa serta agropolitan. Lebih khususnya, juga untuk penangkaran dan budidaya satwa langka agar tidak punah. 

Lewat upaya tersebut, harapannya satwa langka yang dilindungi di Indonesia ini jumlahnya tidak terus menurun tapi justru makin bertambah. Ada contoh negara yang melegalkan penjualbelian satwa langka karena memang semen bekunya sudah dimiliki. Sehingga penangkaran satwa langka tersebut dapat dilegalkan karena semuanya hasil pengembangbiakan.

"Kita akan sama-sama membahas untuk mengusulkan format ini untuk mendapat persetujuan legalitas baik dari Kementan atau Kemenhut juga kementerian teknis lainnya agar semen bekunya bisa disimpan di sini. Sehingga, dengan adanya legalitas sertifikat ini maka habitat di hutan lindung tidak akan terganggu sementara masyarakat yang ingin memelihara juga legal bahkan bisa menjadi sumber pendapatan baru," ujar Khofifah.

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan, penelitian, pengembangan serta penangkaran satwa yang terancam punah tersebut akan dilakukan di UB Forest yang memang memiliki pengembangan wisata hutan. Sedangkan, KEK Singosari akan menunjang BBIB Singosari dan UB Forest karena memiliki cluster wisata yang cukup menarik.

"Triangle wisata baru di Malang ini, saya rasa akan bisa menjadi potensi pembelajaran yang luar biasa. Lebih dari itu, harapannya juga akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan semua bisa mendapat win-win profit," pungkas Khofifah.

Sementara itu, Kepala BBIB Singosari, Drh Enniek Herwijanti menanggapi positif keinginan Gubernur Khofifah terkait penyimpanan semen beku untuk hewan hewan langka. Pihaknya menyambut baik dan akan segera mengkoordinasikan dan mengkonsultasikam dengan Kementerian terkait.

"Kami siap menyiapkan teknologi yang dibutuhkan untuk penyimpanan semen beku hewan-hewan yang terancam punah. Khususnya yang sudah disebutkan ibu gubernur yaitu Cendrawasih, Kakak Tua, dan Enggang," tandas Enniek.

Lebih lanjut ia mengatakan, selama ini memang BBIB lebih fokus untuk inseminasi sapi. Produksi semen beku untuk sapi yang dihasilkan hingga tahun 2019 mencapai 47,7 juta dosis. Sedangkan distribusi semen bekunya mencapai 42,2 juta dosis. Bahkan, distribusinya hingga ke luar negeri seperti ke Malaysia, Myanmar, Kamboja, Afganistan, dan Madagascar.

"Kami memiliki beberapa jenis pejantan unggulan baik yang lokal maupun yang impor seperti Brahman, Sapi Bali, Madura, hingga Limosin. Dan kami juga melakukan beberapa proses perawatan pada sapi-sapi tersebut mulai pakannya, potong kuku, mandi hingga pengobatan," terang Enniek.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved