Berita Surabaya

Kakek di Surabaya Terdakwa Kasus Pencabulan Anak Tertidur Saat Divonis Hakim, Pengunjung Tertawa

Kakek di Surabaya ini diduga memiliki fantasi liar yang tinggi dan tak kuasa melihat kemolekan tubuh BR, anak tetangganya yang kenakan celana pendek.

Kakek di Surabaya Terdakwa Kasus Pencabulan Anak Tertidur Saat Divonis Hakim, Pengunjung Tertawa
SURYA.co.id/Samsul Arifin
Terdakwa Mardis saat berkonsultasi dengan pengacara saat sidang di PN Surabaya, Jumat (6/12/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gerak-gerik terdakwa Mardis seorang kakek asal Bronggalan Sawah, Pacar Kembang, Surabaya, membuat majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya geleng-geleng kepala.

Pasalnya, pria 65 tahun ini tertidur saat dibacakan vonis terhadap dirinya atas kasus dugaan pencabulan, Jumat, (6/12/2019).

Majelis hakim yang diketuai oleh Hizbullah Idris menjatuhkan vonis terhadap Mardis dengan hukuman penjara selama lima tahun. Dalam amar putusannya, terdakwa juga dijatuhi denda sebesar Rp 50 juta bila tidak dibayar maka hukuman ditambah selama satu bulan. 

Uniknya, terdakwa di tengah pembacaan itu justru terlelap. Sehingga hakim meminta petugas keamanan PN untuk membangunkannya. 

"Terdakwa kok malah tidur. Anda ini divonis loh," kata hakim Hizbullah yang disambut tawa pengunjung sidang. 

Terdakwa dianggap terbukti melanggar pasal 82 ayat (1) UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. 

Terdakwa langsung diminta untuk berkonsultasi dengan pengacara yang disediakan pihak PN.

Menanggapi putusan itu, terdakwa mengaku banding sedangkan JPU Hadi Winarno mengaku pikir-pikir. 

Untuk diketahui, perbuatan tak terpuji Mardis bermula pada 24 Mei 2019 silam. Saat korban, BR anak tetangganya sendiri yang masih berusia belia hendak mengembalikan mangkok ke rumahnya.

Lantas, diduga Mardi yang memiliki fantasi liar yang tinggi dan tak kuasa melihat kemolekan tubuh BR yang kenakan celana pendek. 

Ia pun membujuk korban untuk menuruti nafsunya. Kemudian, perbuatan bejat itu dipergoki oleh sang ibu yang curiga lantaran anaknya tak pulang-pulang. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved