Grahadi

Beranda Grahadi

Dorong Swasembada Daging Nasional, Khofifah Akan Optimalkan Pemanfaatan Teknologi Inseminasi Buatan

Lewat pemanfaatan teknologi yang makin modern dalam pembangunan sektor peternakan, maka swasembada daging akan cepat terwujud

Dorong Swasembada Daging Nasional, Khofifah Akan Optimalkan Pemanfaatan Teknologi Inseminasi Buatan
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Khofifah melihat koleksi sapi pejantan yang dimiliki oleh BBIB Singosari 

SURYA.co.id | MALANG - Lewat pemanfaatan teknologi yang makin modern dalam pembangunan sektor peternakan, maka swasembada daging akan cepat terwujud. Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi inseminasi buatan untuk mewujudkan percepatan swasembada daging.

Bahkan, berdasarkan perhitungan populasi sapi yang dihasilkan dari proses inseminasi buatan maka dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan akan terwujud swasembada daging. Tergantung kecepatan respon daerah mengingat jumlah semen beku sesungguhnya sangat berkecukupan.

"Teknologi inseminasi buatan ini sungguh luar biasa. Karenanya pelatihan tenaga inseminasi  buatan dan pemeriksa kebuntingan lewat pendampingan dan pemanfaatan teknologi tersebut, kita bisa menghitung paling tidak 4 sampai 5 tahun ke depan kita akan mampu wujudkan swasembada daging. Serta, pada tahun ke 5 kita harapkan sudah bisa ekspor daging sapi," ungkap Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah ini usai melakukan kunjungan kerja di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, Kamis (5/12/2019) kemarin sore. 

Pada kunjungan kerja tersebut Gubernur Khofifah juga didampingi Bupati Malang Sanusi, Jajaran BBIB Singosari, serta beberapa kepala OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Khofifah menjelaskan, Jatim saat ini memang sudah surplus daging. Tetapi saat yang sama secara nasional juga masih import daging.

Oleh karena itu saling membangun sinergi antar daerah yang memiliki kultur beternak sapi sesungguhnya peluang pemenuhan pasar dalam negeri dan eksport daging sapi  ke luar negeri terbuka luas.

Pemprov Jatim bersama BBIB Singosari yang merupakan UPT Kementerian Pertanian siap untuk mentransfer skill terutama untuk tenaga inseminasi buatan dan pemeriksa kebuntingan. Sementara BBIB akan melatih dan mentransfer teknogi inseminasi buatannya. 

Oleh sebab itu, gubernur perempuan pertama di Jatim ini meminta bahwa saat ini tidak bisa berpikir hanya untuk Jatim tapi juga nasional. Karenanya, kerja sama dengan provinsi-provinsi yang kultur beternaknya sudah bagus harus ditingkatkan. Hal ini penting dilakukan, untuk bersama-sama membangun penguatan swasembada daging. Serta, yang lebih penting lagi yaitu mewujudkan kemampuan untuk bisa mengekspor.

Dalam beberapa kesempatan pertemuan dengan para gubernur, Khofifah  sempat menunjukkan foto-foto sapi jenis Simental, Madrasin, Belgian Blue hingga Limosin kepada para gubernur yang hadir. Dan beberapa  gubernur yang menyaksikan langsung tertarik untuk datang dan ingin mengetahui tentang teknologi di BBIB Singosari.

"Cukup banyak gubernur yang  tertarik untuk bisa mengakses informasi di BBIB Singosari, karenanya konfirmasi tentang keberadaan BBIB Singosari di Jatim ini menjadi penting. Harapannya, usai para gubernur itu melakukan kunjungan maka jejaring antara BBIB Singosari, Kementan dengan para gubernur akan langsung berjalan," harap Khofifah.

Halaman
123
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved