6 FAKTA Video Siswi SMAN 1 Mojosari Joget Saat Mabuk Miras Oplosan di Cafe Paijo Mojokerto

Tayangan video siswi SMAN 1 Mojosari mabuk lalu joget sempoyongan di sebuah kafe di Mojokerto menghebohkan dunia maya.

Orang tua siswi SF menangis saat mengetahui anaknya mabuk dan berjoget di muka umum.

Ia bersama suaminya memenuhi panggilan pihak sekolah SMAN 1 Mojosari.

Wajah ibu berhijab itu terlihat sembab seusai mendampingi anaknya.

Kedua matanya tampak berkaca-kaca ketika keluar dari ruangan kepala sekolah SMAN 1 Mojosari.

Ia bersama suaminya berambut panjang bergegas keluar menuju ke mobil yang di parkir di depan halaman sekolah.

Ibu dari siswi SF ini mengatakan pihak sekolah akan memberikan pembinaan terhadap putrinya.

"Saya sudah tahu anak saya seperti itu saat berada di dalam (ruangan Kepsek) saya hanya bisa menangis," ujar ibu SF yang menolak menyebutkan namanya itu.

Dikatakannya, tidak menyangka anaknya tersangkut permasalahan minuman keras hingga viral di media sosial Facebook.

4. SF menyesal

SF mengaku menyesal mengkonsumsi miras oplosan hingga mabuk .

SF hanya bisa menangis menutupi wajahnya dengan kedua tangannya saat dilakukan pendampingan bersama guru Bimbingan Konseling (BK) di ruangan Kepala Sekolah SMAN 1 Mojosari.

Pihak sekolah juga menghadirkan wali murid yaitu ibunya dan ayah tirinya warga Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto untuk ikut mendampingi penanganan supaya yang bersangkutan berperilaku lebih baik.

Kepala SMAN 1 Mojosari, Ibnu Mudzakir mengatakan pihaknya berkomunikasi bersama orang tua yang bersangkutan untuk mengetahui latar belakang alasan siswi SF mengkonsumsi minuman keras.

"Kita ajak ngobrol orang tua siswi ternyata ibunya juga sudah tahu video terkait perilaku anaknya. Anaknya juga dihadirkan ia menyesal minum (Miras Oplosan)," ujarnya saat ditemui di SMAN 1 Mojosari, Kamis (5/12/2019).

Dikatakannya, dari informasi wali murid saat dilakukan pendampingan siswi SF adalah satu-satunya harapan keluarganya sehingga membutuhkan pembinaan dari lingkungan maupun sekolahnya.

Meski perbuatannya telah mencoreng nama baik sekolah pihaknya akan tetap membina siswi ini supaya terhindar dari kenakalan remaja.

"Ini adalah kenakalan anak kita akan tetap mendidik lebih baik lagi maka yang harus kami selamatkan adalah masa depannya jangan sampai terjerumus lagi," ungkap Ibnu

5. Peraturan sekolah diperketat

Pihak sekolah SMAN 1 Mojosari mewajibkan wali murid memberikan perhatian terhadap siswa yang diduga ikut pesta miras.

Mudzakir mengatakan setelah adanya kasus siswi SF ini pihaknya memberlakukan peraturan ketat terhadap siswi yang bersangkutan.

Kebijakan ini sudah disampaikan ke pihak orang tua sebagai pembinaan terhadap siswi supaya bisa berubah menjadi kepribadian baik.

"Sesuai kesepakatan orang tua sanggup antar jemput siswi yang bersangkutan ke sekolah untuk pengawasan yang lebih intensif, ini yang saya harapkan," ujar Ibnu kepada Surya, Jumat (6/12/2019).

Ibnu menjelaskan selama ini siswi SF diluar pengawasan orangtua lantaran tinggal bersama kakek dan neneknya. Sedangkan orangtuanya tinggal di Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto.

"Setelah kejadian ini siswi ini akan tinggal bersama orang tuanya," ungkapnya.

6. Polisi Turun Tangan

Polisi Polsek Mojosari, Polres Mojokerto turun tangan menindaklanjuti kasus video itu. .

Kapolsek Mojosari, Kompol Anwar Sudjito mengatakan pihaknya sudah meminta keterangan dari pemilik kafe yang tempatnya dijadikan ajang pesta miras oleh para pelajar.

"Kami sudah memanggil pemilik warung tapi baru sebatas Pulbaket, Senin pekan depan akan dipanggil," ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).

Anwar menjelaskan dari keterangan saksi ada sekitar 20 siswa saat pesta miras di tempat itu.

Mereka adalah pelajar dari empat sekolah SMA di Sooko, Pungging, Mojosari dan Ngoro. Dari 20 siswa itu,12 di antaranya merupakan pelajar SMAN 1 Mojosari.

"Mereka minum 16 botol bir dioplos dengan 6 botol anggur merah," ungkapnya.

ia mengatakan, mereka membeli miras itu secara patungan di wilayah Kecamatan Pungging lalu di bawa ke kafe tersebut.

Dari pengakuannya siswi SF minum paling banyak sehingga mabuk berat dan berjoget seperti itu.

Saat itu, siswi SMA ini bersama pacarnya yang dari SMAN 1 Sooko.

"Pengakuannya dia minum sampai 3 ronde," bebernya.

Masih kata Anwar, pihaknya sudah memeriksa lokasi yang bersangkutan tidak menyediakan miras.

Mengenai sanksi pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Camat Mojosari.

Pihaknya mendorong Camat supaya menutup kafe yang dijadikan tempat mabuk para pelajar.

"Kami juga akan pantau terus untuk mengawasi anak-anak masih senang pesta miras di situ apa tidak," tegasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved