Berita Surabaya

Teater Gandrik Sapa Surabaya lewat 'Para Pensiunan: 2049', Besok Mayat Koruptor harus Bermanfaat

Setelah sukses mementaskan 'Para Pensiunan: 2049' di Jakarta dan Yogyakarta, Teater Gandrik memboyong lakon tersebut ke Surabaya.

Teater Gandrik Sapa Surabaya lewat 'Para Pensiunan: 2049', Besok Mayat Koruptor harus Bermanfaat
surya.co.id/sugiharto
Butet Kertarajasa menjelaskan uraian lakon "Para Pensiunan" saat jumpa pers, Kamis (5/12/2019). Teater Gandrik bakal pentas dua hari di Ciputra Hall Surabaya pada Jumat (6/12) dan Sabtu (7/12). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah sukses mementaskan 'Para Pensiunan: 2049' di Jakarta dan Yogyakarta, Teater Gandrik memboyong lakon  tersebut ke Surabaya.

Pementasan yang digawangi Butet Kartaredjasa dan kawan-kawan ini akan digelar pada di Ciputra Hall Surabaya pada Jumat (6/12) hingga Sabtu (7/12).

Berdurasi sekitar 2,5 jam, pementasan ini mengambil setting tahun 2049. Pada tahun tersebut, dikisahkan, hanya orang yang bebas korupsi bisa dikuburkan setelah meninggal.

Menurut Undang-undang Pemberantasan Korupsi, semua orang yang mati wajib memiliki Surat Keterangan Kematian yang Baik (SKKB) agar bisa dimakamkan.

Susilo Nugroho, pemain lakon sekaligus salah satu pendiri Teater Gandrik menyampaikan, pada koruptor dalam lakon Para Pensiunan: 2049, juga memiliki utang kepada masyarakat.

"Oleh karena itu, mayat mereka harus bermanfaat bagi masyarakat. Mayat para koruptor tersebut bakal dipotong dan diolah menjadi produk yang bermanfaat," ungkap Susilo.

"Seperti pupuk organik jenazah koruptor (punikjetor)," lanjutnya saat konferensi pers, Kamis (5/12).

Dalam suasana itu, muncul jenazah Doorstot (Butet Kartaredjasa).

Susilo mengatakan, Doorstot merupakan arwah gentayangan di mana jenazahnya masih tergeletak.

"Doorstot ini arwah yang diragukan. Dikatakan koruptor belum terbukti. Dikatakan orang bersih juga tidak. Ia tertunda dieksekusi. Belum jelas, apakah akan dicincang atau dimakamkan," Susilo menyampaikan.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved