Berita Mojokerto

Pihak SMAN 1 Mojosari Benarkan Jika Siswinya yang Berjoget Mabuk dan Jadi Viral di Media Sosial

Pihak sekolah SMAN 1 Mojosari mengklarifikasi kelakuan siswinya yang mabuk sempoyongan dan berjoget di tempat umum dan jadi viral di Facebook

Pihak SMAN 1 Mojosari Benarkan Jika Siswinya yang Berjoget Mabuk dan Jadi Viral di Media Sosial
SURYA.co.id/Mohammad Romadoni
Kepala Sekolah SMAN 1 Mojosari, Ibnu Mudzakir saat memberikan klarifikasi terkait siswi yang mabuk dan berjoget di tempat umum, Kamis (5/12/2019). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pihak sekolah SMAN 1 Mojosari akhirnya mengklarifikasi kelakuan siswinya yang mabuk sempoyongan dan berjoget di tempat umum.

Aksi siswi mabuk itu jadi viral setelah video berdurasi 29 detik itu diupload warganet di media sosial Facebook.

Informasi yang dihimpun Surya.co.id, siswi yang bersangkutan adalah SF (18) pelajar kelas XII IPS.

SF mengkonsumsi minuman keras oplosan di Cafe Paijo, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu siang (4/12/2019) kemarin.

Kepala Sekolah SMAN 1 Mojosari, Ibnu Mudzakir mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari siswi yang bersangkutan dan SF mengakui mengonsumsi minuman beralkohol bersama teman-temannya.

"Iya siswi kami yang bersangkutan dalam kondisi pengaruh minuman beralkohol tanpa sadar melakukan hal itu," ungkapnya saat ditemui di SMAN 1 Mojosari, Kamis (5/12/2019).

Ibnu menjelaskan pihak sekolah mengetahui kejadian ini dari tayangan video Facebook via Whatsapp, Rabu sore (4/12/2019).

Video tersebut mempertontonkan siswinya mabuk berjoget mengenakan atribut sekolah SMAN 1 Mojosari.

"Masih pakai seragam sekolah sehingga ketahuan identitasnya," ujarnya.

Dikatakannya, pihak sekolah berkoordinasi dengan kesiswaan dan guru Bimbingan Konseling (BK) berupaya menghubungi siswa yang mengetahui kejadian itu.

Setelah ditelisik ternyata benar pelajar di dalam video tersebut adalah siswi SF.

"Ada alumnus yang mengirimkan video siswi ini ke Whatsapp, kami mencari informasi tenyata benar itu anak didik kami," jelasnya.

Menurut Ibnu, siswi SF saat itu usai mengikuti ujian akhir semester ganjil. Ia bersama teman-temannya yaitu pelajar dari sekolah lain berkumpul di cafe Paijo pukul 10. 00 WIB. Setelah berada di lokasi sudah ada minuman keras yang dicampur berwarna merah. Mereka berpesta minuman keras di dalam Cafe tersebut. Dari pengakuan siswi SF ini minum tiga kali dampaknya membuatnya tidak sadar sehingga bersikap seperti itu.

"Kami akan melakukan pembinaan terhadap siswi ini karena boleh dibilang anak inklusif yang memang perlu perhatian khusus untuk memperbaiki akhlak dan budi pekertinya," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved