Hujan Es Melanda Kota Malang. Ini Penjelasan Terpercaya Dari BMKG

Fenomena hujan es terjadi di Kota Malang, Kamis (5/12) siang hingga sore. Kejadian tak biasa itu pun menjadi topik perbincangan di jagat maya

Hujan Es Melanda Kota Malang. Ini Penjelasan Terpercaya Dari BMKG
Foto: istimewa
Warga menunjukkan butiran es dari fenomena hujan es yang terjadi di Kabupaten Mojokerto, Selasa petang (3/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

SURYA.co.id | MALANG - Fenomena hujan es terjadi di Kota Malang, Kamis (5/12) siang hingga sore. Kejadian tak biasa itu pun menjadi topik perbincangan di jagat maya seperti yang dicuitkam oleh akun twitter Ilham Gama.

Ilham Gama mengunggah foto butiran es disertai informasi bahwa peristiwa itu terjadi di Jalan Soekarno Hatta,

“Mohon izin melaporkan ndan, hujan es terjadi di wilayah suhat, sekian infonya ndan.. Ditunggu info lanjutan dari rekan rekan lain @infomalang," cuit @ilhamgama dengan disertai foto.

Prakirawan BMKG Kelas I Juanda, Ahmad Rofiul Huda mengungkapkan wilayah Jawa Timur memang sedang dilanda cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem ini membuat awan Cumulonimbus berkumpul hingga mengakibatkan hujan dengan intensitas lebat hingga es.

“Hujan es ini memang disebabkan oleh awan cumulonimbus yang intesitasnya cukup banyak. Apabila jarak awan tak terlalu tinggi, maka es terserbut tidak sempat luruh dan akan jatuh ke daratan masih berbetuk es,” ujar pria yang akrab disapa Huda ini, Kamis.

Tak hanya di Malang kata Huda, fenomena hujan es juga melanda wilayah Jawa Timur seperti Bojonegoro dan Mojokerto. BMKG Kelas I Juanda memprediksi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga pertengahan Desember.

“Sebetulnya ini penanda bahwa Jawa Timur ini mulai masuk musim penghujan. Tanda-tanda masuk musim penghujan memang disertai angin kencang, hujan dengan intensitas lebat hingga hujan es,” katanya.

Selain hujan es, angin kencang disertai pohon tumbang juga terjadi. Sebuah mobil yang terpakrkir di samping rumah bahkan tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh karena tersapu angin.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved