Berita Surabaya

Dugaan Pemalsuan Akta Otentik: Keterangan Guru Besar Ubaya Disebut Patahkan Argumen Henry J Gunawan

"Sedangkan judul dan isi dalam akte yang dikonstantir notaris adalah tanggung jawab para pihak," jelas Prof Dr Lanny Kusumawati, SH, M.Hum.

Dugaan Pemalsuan Akta Otentik: Keterangan Guru Besar Ubaya Disebut Patahkan Argumen Henry J Gunawan
surya.co.id/samsul arifin
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Prof Dr Lanny Kusumawati, SH, M.Hum memberi keterangan sebagai ahli dalam sidang di PN Surabaya, Kamis (5/12/2019), terkait kasus dugaan keterangan palsu pada akta otentik dengan terdakwa Henry J Gunawan dan istri Iuneke Anggraini. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Prof Dr Lanny Kusumawati, SH, M.Hum dihadirkan sebagai ahli meringankan oleh Henry J Gunawan dan Istri, Iuneke Anggraini.

Henry dan istri berstatus terdakwa dalam kasus pemalsuan keterangan pernikahan ke dalam akta otentik.

"Saudara oleh terdakwa dihadirkan sebagai ahli perdata, untuk itu sebelum memberikan keterangan disumpah dulu," kata Ketua majelis hakim Dwi Purwadi saat membuka persidangan diruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (5/12/2019).

Usai disumpah, tim penasehat hukum kedua terdakwa terlebih dahulu mendapat giliran untuk bertanya pada ahli hukum perdata yang pernah divonis 5 bulan penjara oleh hakim PN Surabaya atas kasus keterangan di akta otentik pada Kamis 9 Agustus 2018 lalu.

Dari pantauan diruang sidang, keterangan ahli hukum perdata yang diharapkan dapat meringankan perbuatan kedua terdakwa justru terlihat menyudutkannya. 

Hal itu terlihat saat tim penasehat hukum kedua terdakwa berupaya menggiring opini melalui pertanyaannya tentang keabsahan alat bukti jaksa penuntut umum (JPU), berupa 2 akta otentik yang dibuat notaris Atika Ashiblie telah menyimpang dari syarat formil dalam pembuatan akta.

"Penandatanganan akte boleh saja tidak dilakukan di kantor notaris selama semua pihak menghadap dan ada saksi saksi," terangnya menjawab pertanyaan tim penasehat hukum kedua terdakwa.

Sementara saat ditanya terkait tanggung jawab notaris, Lanny menjelaskan, tanggung jawab notaris untuk memastikan kelengkapan keterangan data diri seperti KTP dan dokumen dari para pihak yang mengajukan pembuatan akta.

"Sedangkan judul dan isi dalam akte yang dikonstantir notaris adalah tanggung jawab para pihak," jelasnya.

Terkait pertanyaan tentang dampak yang ditimbulkan apabila terdapat pelanggaran aspek formal terkait tanggung jawab notaris dalam pembuatan akta, Lanny menyebut kekuatan akta tersebut turun menjadi akta di bawah tangan.

Halaman
123
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved