Berita Nganjuk

Cangkrukan Sambil Edarkan Pil Koplo, Dua Pemuda di Nganjuk Ditangkap Polisi

Petugas pun mendatangi keduanya dan menggeledah, kemudian ditemukan puluhan pil koplo siap diperjualbelikan.

Cangkrukan Sambil Edarkan Pil Koplo, Dua Pemuda di Nganjuk Ditangkap Polisi
Polsek Jatikalen Nganjuk
Barang bukti pil koplo siap edar dan handphone serta uang tunai yang diamankan dari dua orang tersangka pengedar di Polsek Jatikalen Polres Nganjuk. 

SURYA.co.id | NGANJUK - Dua pengedar pil koplo jenis double L diringkus jajaran Reskrim Polsek Jatikalen Polres Nganjuk.

Mereka adalah STR alias Japrek (27) dan Temon (26) , keduanya warga Desa Jatikalen Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP M Sudarman menjelaskan, penangkapan keduanya berdasar informasi masyarakat,  di mana di wilayah Desa Jatikalen marak peredaran pil koplo jenis double L.

Sasaran penjualannya para pemuda dan bahkan para pelajar di wilayah Jatikalen.

"Berdasar informasi tersebut jajaran Reskrim Polsek Jatikalen intensif melakukan penyelidikan," kata Sudarman, Kamis (5/12/2019).

Hasilnya, menurut Sudarman, informasi tersebut benar, dan dua tersangka ditangkap dengan barang bukti puluhan butir pil koplo, sebuah handphone, dan uang tunai diduga hasil dari penjualan sebesar Rp 100 ribu.

Penangkapan mereka berawal dari patroli petugas menyusuri jalan di Desa Ngasem, Kecamatan Jatikalen.

Saat itu, ada dua pemuda yang sedang cangkrukan dan ngobrol dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

Petugas pun mendatangi keduanya dan menggeledah, kemudian ditemukan puluhan pil koplo siap diperjualbelikan.

"Keduanyapun tidak dapat mengelak dari tuduhan sebagai pengedar Pil Koplo dan dibawa ke Mapolsek Jatikalen untuk proses hukum lebih lanjut," ucap Sudarman.

Saat ini, tambah Sudarman, para tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Jatikalen.

Dan petugas Satreskrim terus melakukan pengembangan kasus untuk membongkar jaringan pengedar pil koplo di wilayah jatikalen.

"Untuk kedua tersangka pengedar terancam dijerat dengan UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara," tutur Sudarman.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved