Berita Jember

Bupati Jember Lantik 13 Kades dan Ingatkan Untuk Tidak Terlibat Pungli

Bupati Jember, Faida, melantik 13 kepala desa (Kades) terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak September lalu.

Bupati Jember Lantik 13 Kades dan Ingatkan Untuk Tidak Terlibat Pungli
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Pelantikan 13 Kades oleh Bupati Jember 

SURYA.co.id | JEMBER - Bupati Jember, Faida, melantik 13 kepala desa (Kades) terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak September lalu. Pelantikan digelar di Pendapa Wahyawibhawagraha, Jember, Kamis (5/12/2019).

Pelantikan ke-13 kades ini melengkapi pelantikan kades sebelumnya yang digelar bulan November lalu.

Pada september 2019, Pemkab Jember menggelar Pilkades di 161 desa se-Kabupaten Jember.

Kades terpilih di Pilkades itu dilantik pada bulan November, sebanyak 148 orang, dan 13 orang kades dilantik bulan Desember ini.

"Karena ini sesuai dengan berakhirnya masa kerja kades sebelumnya. Pada bulan November lalu ada 148 orang, dan sekarang ada 13 orang. Jadi genap 161 orang kades terpilih sudah dilantik," ujar  Faida usai pelantikan.

Ke-13 kades itu adalah Kades Grenden Kecamatan Puger, Rambigundam Kecamatan Rambipuji, Sumberketempa Kecamatan Kalisat, Karangpaiton dan Suren Kecamatan Ledokombo, Karangharjo Kecamatan Silo, Gumelar dan Balung Lor Kecamatan Balung, Kencong Kecamatan Kencong, Ajung Kecamatan Ajung, Jatisari Kecamatan Jenggawah, Suco Kecamatan Mumbulsari, dan Kemiri Kecamatan Panti.

Dalam pidatonya, Bupati Faida berpesan kepada para kepala desa itu untuk tidak terlibat Pungli, juga berhati-hati dalam mengelola keuangan desa.

"Sekarang dananya banyak, tetapi tidak sedikit yang tergelincir (pada persoalan hukum). Karenanya, gunakan dana desa secara tepat, matangkan perencanaan, gunakan secara tegak lurus. Juga jangan sekali-kali terlibat Pungli," tegas Faida.

Dia juga menegaskan, para kepala desa tidak sendiri dalam bekerja. Jika mengalami kesulitan, kepala desa bisa berkoordinasi dengan Muspika, juga pihak Pemkab Jember.

Faida juga meminta kepada para pendukung untuk tetap mendukung kepala desa. Namun tim pendukung, dan tim sukses kepala desa harus segera menyesuaikan kondisi jika calon kepala desa yang mereka dukung dan terpilih menjadi kades, adalah milik semua rakyat desa ketika sudah dilantik.

"Jadi ketika sudah dilantik menjadi kades, bukan lagi hanya milik tim pendukung, atau tim sukses, atau keluarga. Namun milik seluruh rakyat, baik yang memilih dan tidak. Karenanya, kepala desa harus melayani semuanya, tidak pandang bulu," tegas Faida. Dia juga meminta kepada semua pihak di desa, baik pendukung, dan yang bukan untuk bersatu menyukseskan pembangunan desa.

Karena, lanjut Faida, keberhasilan pembangunan desa menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah, dan nasional.

Tidak lupa, Faida juga mengingatkan para istri dan suami kades terpilih untuk mendukung pasangan mereka.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved